About these ads

Kebiasaan di Masyarakat yang (Mulai) Pudar

DSC01971

Terinspirasi dari salah satu postingan salah satu fanspage di facebook yang membahas budaya yang mencerminkan identitas orang Indonesia. Namun perlahan-lahan mulai luntur di tengah modernisasi saat ini, padahal budaya ini merupakan kebiasaan yang telah tumbuh di masyarakat sejak jaman kakeknya kakek dari kakek buyut  kita dulu. Kebiasaan yang bisa mudah kita temukan dimana saja.

1. Cium Tangan (Salim) pada Orang Tua

Dulu saat jaman sekolah orang tua mengharuskan anaknya untuk cium tangan dulu saat mau berangkat. Istilah sehari-hari itu salim :) mungkin di setiap daerah berbeda sebutannya. Dengan cium tangan orang tua, kita itu memberikan rasa hormat yang tinggi. . .  lagipula biasanya cium tangan itu kalau kita hendak pergi meninggalkan atau tiba di rumah, orang tua tentu merasa dihormati. Cium tangan merupakan  aktivitas ringan tapi saat ini udah mulai jarang dilakuin kalau tidak diingetin sama orang tua. . . ini pendapat subjektif sih . . soalnya dari yang saya lihat sehari-hari . . . anak jaman sekarang ngerasa paling ghaul . . terpengaruh sinetron di tivi tuh  :?

2. Memakai Tangan Kanan

Saat masih anak-anak dulu pasti diajarkan oleh orang tua,  “hayoo pake tangan bagus”. Kita diajarkan untuk selalu pakai tangan kanan untuk berjabat tangan, memberi atau menerima barang, dan saat makan. Selain anjuran dari agama, kebiasaan memakai tangan kanan ini sudah terpatri di mindset masyarakat luas dari jaman nenek buyut dulu. Siapapun kalau menerima barang dari orang lain dengan memakai tangan kiri, tentu terbesit di pikiran kalau orang itu “nglamak” atau tidak punya sopan santun. Kecuali untuk mereka yang punya keterbatasan fisik atau kidal, orang masih  memaklumi. Kalaupun tangan kanan sedang membawa barang, kita bisa pakai tangan kiri dengan bilang “amit” kalau orang jawa bilang. Nah kalau sekarang ini, mereka yang ngerasa orang modern dengan santainya pakai tangan kiri saat memberi atau menerima barang… itu yang biasa saya lihat. .  apalagi di kampus . . . mungkin biar terkesan elit gitu :?

3. Senyum Sapa

Negara kita terkenal dengan keramahtamahannya . . . sering saya dengar kala orang bule banyak yang takjub dengan keramahan orang Indonesia yang murah senyum dan sapa. Tapi sekarang tidak semua orang seperti itu. . .  imho.. sebagian orang lebih milih jaga gengsi, merasa kalau “Situ siapa ? enak banget dapat senyuman gue” . weew.. :evil: . Sebagian anak jaman sekarang lebih jaim dari anak jaman dulu, terlebih lagi yang hidup di perkotaan, imho, cmiiw.

4. Musyawarah Mufakat

Masyarakat mengedepankan musyawarah untuk mencapai hasil terbaik yang disepakati bersama. Dengan mengesampingkan kepentingan pribadi untuk kepentingan umum. Di daerah pedesaan masih saya temui hal seperti ini. . . tapi kalau diperkotaan. .  tidak semua. Sebagian penduduk di perkotaan mengedepankan ego masing-masing. Pergeseran norma dan budaya di perkotaan jauh lebih besar daripada di pedesaan, imho, cmiiw.

5. Gotong Royong

Modernisasi turut membuat orang menjadi individualistis. Hanya mementingkan urusannya sendiri, malu untuk berbaur. Saya sendiri merasakan perbedaan yang jauh antara masyarakat perkotaan dengan pedesaan. Anda tahu sendiri laah . . di desa itu masyarakat bergotong royong untuk mecapai tujuan bersama membangun lingkungannya yang lebih baik. Contoh sederhana kalau pas ada nikahan.. tetangga sekitar bahkan dari kampung sebelah tanpa disuruh langsung bantu-bantu di rumah yang punya hajat :D . Semoga budaya seperti ini akan terus ada.

Lain halnya kalau di perkotaan, “sini bantu situ, sini dapet apa ?” , Ini fakta :|

Masih banyak lagi kebiasaan  di masyarakat yang mulai memudar seiring dengan pergesaran nilai dan norma di masyarakat akibat modernisasi serta pengaruh dari media. Apalagi dari tayangan televisi, Masyarakat sangat mudah terpengaruh dengan apa yang mereka tonton. apalagi anak-anak :?

Monggo pendapatnya :)

(#75)

courtsey : mice cartoon

About these ads

Posted on 17.01.2013, in My Stories, Reflection | Religi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. no 1 – 3 udah tak terapin sama anak2ku yg masih kecil om..
    semoga kebiasaan itu berlanjut sampai mereka dewasa nanti..

  2. mau menanggapi yang nomer 3 aja deh oom Ganzimaru
    mungkin orang mulai jarang tersenyum karena stress, gengsi, atau mulai egois.
    Padhal orang yang murah senyum rejekinya lancar karena temannya pasti banyak :D

  3. Yudakuzuma

    bener mas.
    ane malah sering pakai tangan kiri gara2 kidal, malah dibentak ortu. aduh udah kebiasaan. kalo salaman sih tetep tangan kanan :oops:

  4. kondisi sekarang :
    1. cium tangan plus pipi kiri dan kanan pasangan (baik lawan atau sejenis)
    2. memakai tangan kanan dan kiri krn menurut pendapat psikolog menggunakan tangan kiri bisa menyeimbangkan susunan otak
    3. Senyum sapa kesemua orang dikira ndak normal (emang eluh siapa?)
    4. Musyawarah Mufakat, aah itu kan hanya di UUD, anggota dewan aja benrok kok
    5. Gotong Royong, elu aja kali yaa…meski hari minggu gua masih kerja meeen…hari geneee nganggur…cpd

    :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

  5. tambahan, skrg banyak yang makan dan minum sambil berdiri hihihihihi. alhamdulillah anak ku dibiasakan untuk memakai tangan kanan, salim, de el el lah. seperti org dulu. saya malah seneng jika kelak anak saya dibilang kurang ‘gaul’ kwkwkwkk

  6. nek aq sering senyum ke mbak-mbak yang cantik, malah bojoku ngamuk2 jeh.. piye kjal? wkwkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 163 other followers

%d bloggers like this: