About these ads

Menkominfo : “IT mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”.

courtesy : kavlingsepuluh

Kedatangan Menkominfo, Tifatul Sembiring di Gedung Widyaloka , UB pada Sabtu (5/4) kemarin dalam rangka menghadiri kuliah tamu yang diselenggarakan atas kerjasam eksekutif mahasiswa dan pihak internal kampus. Kuliah tamu yang dimulai sekitar pukul 9 pagi tersebut mengambil tema ‘Cybercity dan Kreativitas Informasi dan Teknologi : Peluang-Peluang Ekonomi di Era Global’. Turut hadir dalam acara tersebut rektor UB, Yogi Sugito , dan segenap jajaran pejabat kampus.

Sebagaimana kuliah tamu pada umumnya, setelah pembawa acaramenjelaskan rangkaian acara, kemudian diawali doa, Pak Tifatul mulai memberikan materi. Bapak menteri yang satu ini rupanya bisa mengendalikan suasana dalam gedung widyaloka yang penuh sesak. Pak Tifatul yang asal Medan tersebut membuka materi dengan berpantun ria. Seisi gedung terhibur dengan pantun – pantun jenaka ala Pak Tifatul yang terkesan spontan diucapkan itu.

Materi yang disampaikan sesuai tema yang diangkat, membahas isu kemajuan teknologi IT dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik. Bagaimana tren kemajuan teknologi dalam era globalisasi menjadi ancaman tersendiri bagi pemerintah dunia. Kecanggihan teknologi negera- negara maju mau tidak mau mesti dikejar demi kemajuan bangsa yang lebih baik . Dulu perangkat komunikasi hanya bisa untuk telepon dan sms, kini semua seperti ada dalam genggaman. Ada satu kalimat yang diucapkan Pak Tifatul yang masih saya ingat, “ IT mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”.

Pak Tifatul yang beristrikan orang Malang tersebut juga membahas tentang  cloud computing (komputasi awan), jaringan broadband, visi Indonesia pada 2045, tren IT yang tengah berkembang serta peluangnya dibidang ekonomi , relasi perkembangan IT dengan ekonomi kreatif , dan pembahasan kota modern berbasis teknologi , cyber city.

Tidak hanya itu Pak Tifatul juga sharing sucsess story dibalik individu dan perusahan yang berinovasi dibidang IT. RIM sebagaimana yang kita kenal sebagai produsen Blackberry ternyata dulunya merupakan lembaga riset yang menangani jaringan komunikasi lintas negara untuk kebutuhan pemerintah Kanada. Saya juga baru tahu ternyata pencipta tokoh Upin Ipin adalah (kalau tidak salah) mahasiswa jogja yang dulunya menawarkan karakter ciptaannya ke berbagai rumah produksi dalam negeri namun tidak ada yang meminati karyanya. Hingga ia menawarkan ke rumah produksi di Malaysia dan dibeli, kemudian  dikembangkan dan disesuaikan dengan budaya melayu hingga sampai seperti sekarang ini. Baru tahu saya . .

Pak menteri juga secara serius membahas rencana Indonesia pada 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka.  Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan negara maju dan itu butuh proses panjang. Tidak bisa ditempuh hanya dalam beberapa tahun saja. Salah satu upaya yakni Kemenkominfo mulai membangun infrastruktur fiber optic  untuk menyambungkan satu daerah dengan daerah lain, antar desa, antar kecamatan, antar provinsi, antar pulau, dari ujung barat sampai timur. Hingga nantinya Indonesia bisa menikmati layanan akses informasi kecepatan tinggi. Cyber city­ bisa terbentuk.

Nobar : Suasana di seberang ruang utama. Mahasiswa yang tdak kebagian kursi diberi tempat untuk menyaksikan acara meski lewat layar LCD

Nobar : Suasana di seberang ruang utama. Mahasiswa yang tidak kebagian kursi diberi tempat untuk menyaksikan acara meski lewat layar LCD

Kuliah tamu yang menurut saya dipublikasikan dengan baik lewat berbagai media seperti banner, baleho, serta via jejaring sosial ini disambut dengan antusias penuh oleh mahasiswa dan seluruh civitas akademika. Kenapa penuh ? karena jadwal kuliah tamu oleh pak menteri yakni pada jam 9 pagi ternyata jauh sebelum jam 9 semua kursi di dalam ruang utama sudah diisi oleh teman-teman mahasiswa yang lebih dulu masuk . Jadi bagi yang tidak dapat tempat duduk terpaksa menonton jalannya kuliah tamu dari luar ruangan lewat dua layar LCD TV yang  ditempatkan di dua ruangan terpisah. Kuliah tamu yang selesai sekitar jam 11 pagi tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab serta bagi-bagi doorprize. Nah ini yang membuat suasanan heboh, hadiah yang diberikan panitia yang disponsori PT Axiata lewat produknya , XL ini ternyata bukan hadiah sembarangan. Gadget macam Blackberry diberikan secara cuma-cuma ke beberapa orang yang hadir di ruang utama tersebut.

Secara keseluruhan acara berlangsung lancar dan memberikan kesan tersendiri. Membuka wawasan baru tentang apa itu IT serta peranannya bagi dan untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak sabar menunggu acara serupa di lain waktu. Siapa tahu saya yang ketiban rejeki dapat gadget gratis :P .

(bfa)

Cukup Berdua : Acara sudah selesai dan sebagian mahasiswa  sudah  meninggalkan tempat, tapi tidak dua orang mbak ini, masih asik lihat layar LCD

Cukup Berdua : Acara sudah selesai dan sebagian mahasiswa sudah mulai meninggalkan tempat, tapi tidak dengan dua mbak ini, masih asyik lihat layar LCD

About these ads

Posted on 05.05.2013, in College|School, My Stories, Techno|internet and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 154 other followers

%d bloggers like this: