Advertisements

Menyimak Tweet Dari @Lantas_Polresta Tentang Knalpot Racing

DSC04547

Pembahasan mengenai larangan penggunaan knalpot racing sampai saat ini masih menuai perdebatan panjang dikalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan belum ada undang – undang yang menjelaskan secara rinci mengenai batas kebisingan suara knalpot kendaraan beserta cara pengukurannya,cmiiw imho, kenyataan dilapangan membuktikan bahwa aparat kepolisian saat melakukan penilangan atas dasar suara knalpot bising melakukan pengukuran kebisingan suara secara subjektif, hanya melalui telinga saja tanpa ada alat ukur (db meter).  Simak penjelasan salah satu akun twitter @Lantas_Polresta dalam menanggapi kontroversi knalpot racing ini yang saya temukan disalah satu akun chirpstory .

Tempo hari ada beberapa pertanyaan terkait dengan penilangan terhadap pemotor yang menggunakan knalpot racing oleh jajaran Polres Bantul.
Oleh karena itu ijinkan kami sedikit mengulas tentang hal ini agar kita semua bisa sedikit memahami permasalahan-
-serta dilema yang muncul terhadap penindakan knalpot yang bersuara bising ini
1. Ketika kita membicarakan knalpot, maka bahasan kita adalah tentang bentuk, emisi gas buang, serta kebisingan suara yang dihasilkan.
2. Dalam keseharian kita, yg sering menjadi bahan pertanyaan tentang knalpot ini adalah tentang emisi gas serta kebisingan yang dihasilkan.
3. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 ambang batas emisi gas buang dan kebisingan ranmor diatur dalam pasal Pasal 48 Ayat 3 huru a dan b.
4. Pelanggaran terhadap emisi gas buang dan kebisingan suara knalpot pada kendaraan bermotor bisa dijerat dengan pasal 285 ayat 1 UULAJ.
5. Kami kali ini akan secara spesifik membahas tentang kebisingan suara yang dihasilkan dari knalpot kendaraan bermotor.
6. Dalam UU No. 22 Th 2009 tdk disebutkan dgn jelas batasan ambang kebisingan knalpot, pasal 48 (3) (b) hanya disebutkan “kebisingan suara”.
7. Kemudian dalam PP No. 55 Tahun 2012 pasal 66 ayat 1,2,3 dan 4 disebutkan bahwa ambang batas kebisingan suara ditetapkan oleh menteri lingkungan hidup dengan berkoordinasi dengan menteri yang membawahi bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
8. Proses pengujian kelayakan ranmor ini tertuang dalam pasal 125 ayat 1, 2 dan 3 PP No. 55 Tahun 2012.

9. Peraturan menteri LH No.7 Tahun 2009 selanjutnya menjelaskan secara rinci mengenai ambang batas kebisingan berikut cara mengukurnya.

10. Permasalahan yang kemudian dihadapi ketika Polisi dituntut untuk melakukan penindakan terhadap knalpot berisik ini adalah peraturan yang ada belum secara pasti/spesifik mengatur batasan kebisingan suara knalpot, sehingga masih terkesan ambigu.

11. Permasalahan selanjutnya adalah belum tersedianya decibel meter sebagai alat pengukur kebisingan pada petugas di lapangan, sehingga hanya dalam menganalisa tingkat kebisingan hanya mengandalkan telinga petugas.

12. Hal ini akan sangat bertolak belakang dengan kepastian hukum, dimana peraturan harus dibuat secara pasti dan logis, sehinga tidak menimbulkan multi tafsir ( keragu-raguan) dalam pelaksanaannya.

13. Oleh karena itu jajaran Sat Lantas Polresta hingga saat ini belum melakukan penilangan terhadap pemotor yang menggunakan knalpot bising.

14. Penindakan yg dilakukan jajaran kami hanya sebatas shock therapy dengan meminta pemilik motor mengganti knalpot dengan knalpot standard.

15. Penindakan inipun juga ketika dalam situasi-situasi tertentu, misalnya ketika ada arak-arakan kampanye, supporter sepak bola, dll.

16. Harapan kami agar para pemobil/pemotor bisa lebih peka dengan kepentingan sesama dengan tidak memasang knalpot dengan suara yang sangat nyaring, lebih ke soal etika saja dalam hal ini. 🙂

Mungkin demikian sedikit ulasan kami tentang knalpot berisik, semoga bisa memberikan sedikit gambaran tentang permasalahan tersebut. Trims.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.7 Tahun 2009 sebagaimana yang dibahas di tweet no. 9 , silahkan donwload pdf-nya disini . Dalam kutipan-kutipan diatas tampak jelas bahwa dari pihak satlantas sendiri mengakui peraturan yang ada saat ini masih ambigu. Namun saya kurang setuju bila disebutkan jajaran kepolisian satlantas belum melakukan penilangan sampai saat ini, karena banyak testimoni di media atau di masyarakat mengaku terkena tilang polisi  karena pengendara tidak menggunakan knalpot standart pada motornya . Pernah saya dengar seorang pengendara Mio kena tilang sementara pengendara Ninja yang memakai knalpot racing tidak diberhentikan polisi, begitu juga pengendara moge. Bukan maksud dikriminasi besar cc motor, tapi itulah realita di lapangan.

Shock therapy yang dilakukan polisi dengan cara meminta pemilik motor mengganti knalpot dengan yang standart menurut saya cukup berbahaya, hehe…. Karena kalau seumpama saya berkendara ke luar kota dengan motor tidak memakai knalpot standart, kemudian motor saya ditahan sampai saya balik dengan membawa knalpot standart, bagaimana repotnya tuh .. bolak-balik dengan jarak cukup jauh cuma untuk ambil knalpot saja. 😕 , imho. Menanggapi tweet  no. 15 ,  razia yang dilakukan polisi yang hanya pada situasi tertentu bisa ditafsirkan bermacam-macam. Bisa jadi saat jalanan sedang macet dan bila ada motor dari luar daerah yang melintas dengan memakai knalpot racing, polisi bisa saja  memanfaatkan situasi tersebut. imho.

Sebagai pengguna jalan raya dan pengendara roda dua, kita semua mengerti maksud pihak kepolisian menerapkan aturan razia knalpot non standart tersebut demi terciptanya suasana berkendara yang nyaman dan tidak mengganggu masyarakat. Situasi tersebut akan tercipta dan jauh lebih baik lagi apabila pihak kepolisian segera menerapkan penggunaan alat decibel meter saat melakukan pemeriksaan kebisingan knalpot. Dengan adanya alat tersebut, polisi punya bukti yang pasti dan logis sehingga masyarakat bisa memahami  kesalahannya apabila memang melanggar peraturan suara knalpot yang tidak sesuai standart tingkat kebisingan. Imho, daripada hanya lewat telinga saja . . ., pendengaran tiap orang kan beda-beda.

just share opinion, semoga berguna 🙂

(#75)

😯

photo sources : photo1|photo2

Advertisements

Posted on 17.02.2013, in My Stories, Otomotif and tagged , , , . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. sip, menambah pengetahuan

  2. Tetap terkesan diskriminatif……. harusnya dijelaskan lebih rinci tentang ambang batas kebisingannya sehingga nantinya produsen knalpot racing dapat membuat produk dengan standar yang ada….

    Main lepas ditempat bukan solusi efektif mengurangi pemakaian knalpot custom. Bukan hanya ninja 250, CBR250, Ducati, Moge2 lainnya yang menggunakan knalpot racing yang tidak terlihat ditilang, mobil dengan knalpot racing pun tidak pernah terlihat ditilang…..

  3. cukup sadar diri untuk tidak memasang kenalpot dengan suara berlebihan. bukan karena takut ditilang isilop, tp untuk menghormati sesama pengguna jalan dan masyarakat sekitar..

  4. excalibur vrt

    aturan harus jelas….ambang batas berapa tingkat kebisingannya??
    lagipula knalpot aftermarket ( racing ) itu bidang usaha juga…lapangan kerja buat pengrajin…

    bagaimana ceritanya barang kita sendiri, beli sendiri di atur atur dilarang larang yang ga ada kejelasannya???

  5. pernah saya debat sama polisi, di kab. Bantul, DIY.
    hampir mau ditilang. tp karena saya ngotot, trus saya punya bukti2 d save page opmin hp artikel2 tentang rancunya peraturan knalpot, akhrnya polisinya nyerah juga,hahaha
    intinya kalo ga merasa salah,jgn takut buat debat! 😈

  6. Peraturan hanya untuk orang kecil kali yaa… hihihii…

  7. dimasarif96

    wah saya juga pake knalpot racing nih mas -_-

  8. Selama blm adanya alat ukur decible di lapangan dan hanya mengandalkan telinga manusia ya terkesan subyektif

  9. knalpotku standart CB lho 😀

  10. kalo jelas peraturannya mendingan ditutup aja pabrik yang membuat kenalpot racingnya biar semua masyarakat tidak memakai lagi knlpot racing

  11. Hari ini saya baru kena TILANG Karena pakai Knalpot Racing,,Tapi Banyak motor yang pake Knalpot Racing dan Bobokan Tapi Di Lewatkan ?? Tanggapannya Gimana ya ?
    Pas saya tanya” kok yang lewat pake knalpot racing itu ga di Berhentiin juga pak?” di jawab ” nanti di depan jalan ada petugas lagi” .( padahal di depan jalan ga ada satu pun petugas yang lagi bertugas razia karena didepan udah rambu lampu merah) apa ini berlaku untuk pelajar?orang bawah?.
    harap lebih jelas lagi pak aturannya ..
    kalau di larang pakai knalpot racing ,, kenapa ga razia tempat produksi knalpot racing aja ? karena kita beli knalpot racing dari yang memproduksi ..

    ..

  12. nurul kholix

    ya tch,ane jg kna tilang,untng d dmpt cuma ad ceban,jd ane ksh ja.pas it jg ane blm da pngethuan mngnai knalcing.

  13. Knalpot kerajinan anak bangsa knp msti di tu2p, lo msih ada knalpot racing impor,gmn peraturan ny???

  14. menyeng bronk AD

    Motor jg beli sndri ,dgn hsl kringat sndri.. Kmi atau khususnya sya sndri,beli motor kan spy KEPUASAN hati bs terpenuhi. Ntah it motor mau di apain itukan TESERAH. Sdah resmi mnjdi HAK ini jg tooch?? Brang siapa yg ska mngusik HAK org lain,suatu saat pzti wess..akn dpat ganjarannya. Siapa yg ingin mengusik,yo silahkan..! Krn mngusik dmi kbaikan ssama it jg baek kog, Tp sebelum mengusik,siapkan kebenaranmu dgn JELAS .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: