Advertisements

‘Standart Samping’ Dijual Terpisah ? Malah Merepotkan

DSC05966

Masyarakat memilih sepeda motor sebagai kendaraan sehari-hari salah satunya karena penggunaannya yang tidak ribet. Saat parkir tidak perlu makan ruang banyak. Salah satu komponen motor yang wajib ada yakni standart samping. Fitur ini sudah lumrah karena masyarakat sudah biasa men- standartsamping-kan motor saat parkir. Bagaimana jika fitur ini dihilangkan?

Selama ini saya lihat motor dimodif seperti apapun dijalanan, masih tetap menyertakan standart samping. Secara tidak langsung menyiratkan keberadaannya yang sangat penting. Motor saat parkir kebanyakan pakai standart samping, lihat saja di tempat-tempat umum. Sedangkan standart tengah lebih bersifat kondisional, contoh pedagang dipasar memanfaatkan standart tengah hanya saat menaikkan barang muatan. (cmiiw)

“Anehnya, untuk versi termurah, tidak dilengkapi dengan standart samping. Suzuki menjualnya terpisah sebagai aksesoris tambahan.” – Kompas.com (5/5/13) –

Suzuki Shooter 115 FI telah diluncurkan awal bulan lalu dengan banderol harga 11 jutaan. Hadir dalam beberapa versi. Termurah yakni Shooter tanpa fitur standart samping. Kalau mau ada, dijual terpisah. Wew..  menggelikan. Konsumen membeli motor segmen low-end umumnya sebagai penunjang kegiatan sehari-hari. Kalau tidak ada standart samping, tentu akan kerepotan. Bagaimana jika mau dibawa ke sawah ? di standart tengah gitu ? dengan tekstur tanah tidak sekeras aspal , ntar malah nyungsep . Apa mau digeletakkan begitu saja seperti sepeda pancal yang tidak ada standart sampingnya ? . Seumpama kalau di tempat parkir atau di tempat umum mesti bolak balik men-standarttengah-kan motor , kan repot juga.

DSC04226

Mau kendaraan anda digeletakkan seperti ini nantinya ? 😆

Demi memangkas ongkos produksi, Suzuki ‘baik’ sekali dengan tidak menyertakan fitur standart samping. Seandainya saya sebagai konsumen membeli Shooter versi termurah ini, akan saya tambahkan standart samping sendiri. Capek standart tengah terus. Demi motor injeksi murah yang menjangkau lapisan masyarakat yang mementingkan fungsionalitas, kurang bijak menurut saya menghilangkan fitur penting yang satu ini. Yang ada masyarakat malah direpotkan nantinya. Jadi, Gak sekalian aja ban depan belakang dijual terpisah ? 😆

(bfa)

Advertisements

Posted on 15.05.2013, in My Stories, Otomotif and tagged , , . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. betuul betuuuul… :lol;

  2. wah,, saya aja mules bolak-balik standard tengah, karena aki mio soul saya tekor jadi mau-mau gak mau deh,, ini malah dari lahir musti angkat2 motor buat standar tengah :))

  3. cape mesti angkat2 motor terus buat pake standar tengah

  4. pasti cape pake standart tengah terus, saya baru mengalami selama 2 bulan aja udah ampun2an . dan yang paling repot adalah ketika lokasi tidak memungkinkan make standart tengah.

  5. kalo motor mahal cuma ada standar samping, ini adanya cuma standar tengah..genius.. 😆

  6. kayanya masih banyak yg salah kaprah ya soal standar tengah-standar samping….

    standar samping itu cuma buat temporer kalo seharian pake standar samping tinggal tunggu waktu motornya miring dan jungkel…motor gede itu dikasih standar samping karena berat kalau mau tarik standar tengahnya mestinya pake model yg kaya di paddock sirkuit….dengan begitu yg punya ya mestinya sediain di tempat parkir yg permanen…gak enak kan kalau balik ke tempat parkir tau2 motornya sudah botes2 gara2 ambruk atau ketiban motor sebelah yg ambruk pake standar samping…..saya pernah ganti shock gara2 kasus begini….standar samping juga bahaya kalau gak pake side stand switch lupa naikkin ya bisa jungkel lagi….jadi ya suzuki malah bener sediakan standar tengah ketimbang samping….buat gambaran aja deh itu Ninja beratnya cuma 138kg gak pake standar tengah sementara burgman yg udah 159kg aja masih ada standar tengahnya coba dipikirkan baik2….berat mana….dan lebih peduli safety yang mana….

  7. kl wanita biasanya perlu standar samping ini,..

  8. Wallah … Wallah … Dulu ada motor yg starter engkolnya yg gk ada, sekarang malah standar samping.

    http://nofgipiston.wordpress.com/2013/05/15/modifikasi-honda-cb150r-streetfire-berfairing-mirip-old-ninja-250/

  9. motor ringan nggak papa, kecuali kalo yg distandar tengah goldwing, hd baru terasa sangat menyiksa :mrgreen:

  10. Hahahaha…. ada2 aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: