Advertisements

“Mempermainkan” Lagu Sakral Indonesia Raya, Penjatuhan Martabat Bangsa!

Teks asli Indonesia Raya

Hari kebangkitan nasional sejatinya menjadi momen dimana kita sebagai warga negara indonesia tetap ingat akan perjuangan para pahlawan yang dengan tekad bulat menyatakan kita satu, dari sabang sampai merauke. Kita saat ini tugasnya tidak sesulit pendahulu kita yang harus bawa bambu runcing kemana-mana. Tugas kita saat ini jaga dan harumkan nama bangsa. Adalah mencoreng dan suatu penghinaan jika melakukan pelecehan terhadap identitas negara. Seperti kasus lagu kebangsaan Indonesia Raya yang oleh oknum tertentu “dipermainkan” seenaknya.

Beberapa waktu lalu berita ini mencuat, lagu Indonesia Raya dimodifikasi dengan ritme disko enerjik dan dikemas kedalam CD, VCD, DVD bajakan bersama lagu-lagu disko lainnya. Kepingan disc yang  dijual dengan harga 5ribuan itu dijual bebas di lapak-lapak pinggir jalan. Tidak hanya dalam bentuk fisik, lagu Indonesia Raya versi remix ini juga telah lama beredar diinternet. Itupun dengan judul Meyan atau Meyland. Entahlah, mungkin itu nama DJ yang gak punya etika merubah lagu kebangsaan seenaknya.

Lagu Indonesia Raya versi remix ini sepertinya memang sudah lama ada. Karena dulu sewaktu saya masih duduk di bangku SMP, pernah ada teman yang memberi tahu lagu Indonesia Raya versi remix dan waktu itu saya dengar sendiri bagaimana lagu ini diaransemen. Setengah menit awal, lagu Indonesia Raya berirama seperti biasa. Sampai ditengah, lagu berubah dengan irama menghentak khas house music DJ. Durasinya tidak sampai 2 menit (tepatnya 1:48 , cmiiw) tapi cukup membuat saya dan teman saya itu terlibat pembicaraan santai tapi serius, “Ini lagu kebangsaan kok jadi gitu ?, ngawur nih yang bikin!” Kurang lebih seperti itu obrolan kami yang masih saya ingat sekitar tahun 2006.

DSC03620

Undang-undang tahun 2009 tentang lagu Indonesia Raya (pasal 65) dijelaskan bahwa “ Warga  negara  Indonesia  berhak  dan  wajib  memelihara, menjaga,   menggunakan Bendera  Negara,  Bahasa Indonesia,  dan  Lambang  Negara,  serta  Lagu  Kebangsaan untuk kehormatan dan kedaulatan bangsa dan negara.”  Kemudian di UU no. 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan dengan tegas disebutkan lagu tersebut tidak boleh disalahgunakan oleh siapapun.

Sudah jelas disini bahwa lagu Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf Supratman harus dijaga dengan baik oleh kita selaku warga negara Indonesia. Lagu sakral ini tidak boleh diubah aransemen, tempo, intonasi, nada, irama, kata-kata dan lain-lainnya. Lagipula penyalahgunaan lagu Indonesia Raya dapat dikenai sanksi pidana mulai dari penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp500 juta.

Jadi kebangkitan nasional bisa kita maknai dengan bagaimana kita bangkit melawan pelecehan kehormatan bangsa meskipun hanya dari sebuah lagu. Ini hal kecil tapi dampak besar! Indonesia Raya hanya boleh dinyanyikan hanya pada waktu tertentu saja. Dan dugem tidak termasuk didalamnya. Saya yakin kalau ada tempat yang memutar lagu remix ini banyak masyarakat yang tidak suka. . . ngerasa gak enak pasti (itupun buat yang nasionalisme-nya masih ada).

(bfa)

Advertisements

Posted on 20.05.2013, in My Stories and tagged , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. betul…sakralitasnya kudu dijaga, kreatif bukan berarti mempermainkan nasionalisme!

  2. Apalagi mempermainkan lagu kebangsaan sendiri itu sama saja menurunkan derajatnya sendiri
    Niche blog 🙂

  3. kreatif kan bukan berati harus meremix ngawur lagu nasional
    contohnya band Kotak, bisa buat lagu nasional merah putih kan hehehe

    ya tapi masih mending lah
    ada kok calon presiden independen yang bilang mau ganti lagu nasional :mrgreen:

  4. Saya pernah tinggal di salahsatu daerah di Nusantara ini dmana untuk mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang n melihat kibaran merah putih aja susah n seolah jadi momen yg mahal. So, melihat orang2 yg dengan mudahnya melecehkan lagu n bendera kebangsaan sendiri rasanya kok miris sekali ya?

  5. wr supratman itu plagiat,
    indonesia raya jiplakan dari leka leka pinda
    ibu kita kartini jiplakan dari o ina ni keke
    mending amandemen UUD ganti lagu kebangsaan
    banyak lagu-lagu ismail marzuki yang jauh lebih bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: