Advertisements

Itulah Mocin

DSC05745

Persaingan pabrikan Jepang menghadirkan motor low-cost diberbagai varian bebek dan skutik ditambah munculnya segmen sport murah sepertinya tidak menggoyahkan pasar motor cina dalam negeri. Beberapa waktu lalu satu booth disalah satu mall di Surabaya menghadirkan berbagai varian motor lintas pabrikan. Setelah diamati lagi, ternyata itu produk pabrikan cina dimana produk-produknya mengambil desain motor Jepang. Sekilas dari jauh terlihat Old Jupiter MX, CS 1,  Blade, Vario gen 1, dan Revo gen 1 ter-display rapi di satu lokasi. Dilihat lebih teliti lagi, ternyata itu produk merk Beijing, dengan distributor PT. Kencana Imer Mobiindo.

Produk-produk dari Beijing sebagaimana pabrikan Cina lain, sekilas mirip motor Jepang. Kalau lihat dari dekat, baru deh tahu sendiri, serupa tapi tak sama. Tadinya saya kira Jupiter MX ternyata Maxi 125 R. Headlamp, spatbor, tebeng ,garis desain, posisi footstep, model knalpot, model jok, behel, model swing arm, dan bentuk velg, semua mirip!. Tidak hanya Jupiter MX, ada juga CS 1 yang “ganti nama” jadi City One. Honda Blade gen awal jadi Blazer. Terus ada kloningan Vario dan Revo dengan nama Scootic 125 dan Bravo. 😉

DSC05756-horz

Kalau ingat jaman sekolah dulu, pernah lihat ‘ Vario’  model bebek, ada persnelingnya gitu. Kirain sudah ada betik alias bebek matik. (Maklum waktu itu Yamaha Lexam dan Honda Revo AT belum keluar).  Setelah cari tahu ternyata itu ‘Vario’-nya KTM dengan nama Premio 😉 .

(source:maskur blog) ‘Vario’ dengan persneling dan knalpot Jupiter MX 😆

Bagaimana dengan fenomena pabrikan Cina yang meniru secara terang-terangan model motor Jepang ? kita simak penjelasan yang saya temukan di salah satu blog berikut.

 “….sebetulnya produk Cina itu dikeluarkan karena adanya kebutuhan akan barang substitusi, produk otomotif dan elektronik cina itu adalah produk substitusi dari merk-merk besar di dunia. Pertama kali produksi produk otomotif dan elektronik di launching di negara asal seperti jepang dan AS. Tapi kemudian untuk mendapatkan parts substitusinya dibuatlah di cina untuk mendapatkan harga yang lebih murah, karena ketersediaan bahan pokok dan tenaga kerja yang lebih murah.

Nah sebetulnya produk nya beijing motor itu gak lain dan gak bukan seluruhnya adalah part substitusi dengan kualitas 50% lebih rendah untuk mengincar pasar otomotif kelas murah. Parts dengan kualitas diatas 85% hingga 100% biasanya dipakai sebagai parts no 1 yang dipergunakan oleh sebagian besar pabrikan besar. Walaupun sudah ada UU desain industri dan UU Paten, produk cina bisa dibilang sulit untuk diberantas, karena dengan alasan seperti diatas, tidak bisa memenuhi dasar klaim untuk gugatan hak cipta.”

DSC05766

DSC05751-horz

Meski Cina terkenal sebagai negara plagiator nomor satu didunia, pabrikan dinegeri tirai bambu itu terbilang nekat. Mereka berani mengeluarkan produk meski sudah jelas-jelas banyak kompetitor besar. Tak peduli bagaimana segmentasi pasar, selera konsumen, dan berbagai faktor lain. Meski kualitas dan kerapian motor cina diragukan (bisa dilihat dari kurang rapinya sambungan bodi serta tingkat kepresisian yang kurang), sampai saat ini pabrikan Cina masih bisa eksis dengan keunggulan mereka. Desain motor (mirip) Jepang serta yang jadi keunggulannya selama ini . . . harga ekonomis. Itulah mocin.

(bfa)

Advertisements

Posted on 26.05.2013, in Otomotif and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. dealer beijing di Tangerang udah tutup kl gak slah lihat :mrgreen:

  2. mirip tenan.. 😯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: