Advertisements

Konvoi Kelulusan? Think Again!

Tiap kali lihat konvoi lulusan anak sekolah itu kok bawaannya ngeri ya. Suara knalpot motor diblayer, udah gitu datangnya keroyokan nutup jalan. Apalagi mayoritas dari mereka tidak pakai helm. Seragam penuh coretan, mau cewek mau cowok goncengan bareng. Ngerasa risih lihat cewek berkerudung seragamnya penuh coretan, goncengan bertiga cewek cowok, udah gitu duduk ngangkang lagi . . .  iiuw 😕

Kalau ingat konvoi kelulusan jadi ingat dulu saat angkatan saya merayakan euforia kelas 12 lulus 100%. Gak butuh waktu lama, teman-teman memulai aksi corat-coret dan lanjut konvoi. Ini yang tidak saya suka, karena pemahaman kita tentang konvoi kelulusan pasti langsung mengarah ke berkendara ugal-ugalan, dan faktanya memang demikian. Sialnya salah satu teman terdekat saya yang ikut dalam konvoi kelulusan mengalami kecelakaan. Lawannya sesama pengendara motor, entah bagaimana kejadiannya. Berdasarkan penuturan teman-teman lain, kecelakaan terjadi karena teman saya yang mengendarai motor sendirian itu kurang menguasai jalan yang tidak terlalu lebar, maklum saat itu lewat daerah persawahan.

Sewaktu kejadian saya memang tidak ikut konvoi. Itupun tahu kecelakaan itu dari SMS teman lain. Kemudian saya jenguk teman saya itu dirumahnya. Duh, kondisinya itu lho, beda jauh dengan yang pagi hari sebelum pengumuman. Sebelum konvoi dia kelihatan girang , sesudah kecelakaan malah murung, lemas menahan sakit. Saya lihat sendiri lukanya cukup parah hampir sekujur tubuh. Paling parah luka dibagian kepala. Karena alasan klasik, gak pake helm!. Dia bilang sendiri ke saya “tau gini mending tadi pake helm” ucapnya sambil nahan sakit dibagian wajahnya. Ckck.. kasihan. Motornya Suzuki Tornado juga dalam kondisi parah 🙄

Nah berangkat dari kejadian seperti itu, seharusnya para pelajar yang hendak berkonvoi perlu memikirkan faktor keamanan juga dong. Masa’ sih mereka gak pernah tahu kasus kecelakaan akibat konvoi yang menelan banyak korban? Kita sebagai masyarakat hanya bisa ngelihatin aja gitu? Jangan. Kasih tahu bahaya berkonvoi yang tidak safety itu ke saudara atau siapa saja yang anda kenal yang mau ikut konvoi. Jangan hanya mengandalkan peringatan dari pihak sekolah saja. Bukan berarti saya setuju dengan kebiasaan “parade” tahunan itu, tapi ini berangkat dari kesadaran masing-masing individu. Kita sebagai pengguna jalan wajib memberi tahu mereka. Meski BBM naik sekalipun, tetap saja mereka menguasai jalanan setahun sekali (kayak agustusan aja). Siapa sih yang mulai kebiasaan jelek ini ?  kalau mau konvoi itu mbok ya jangan bawa nyawa 🙄 .

cats

(bfa)

*thanks to Budi for his amazing pictures

Advertisements

Posted on 27.05.2013, in My Stories and tagged . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. luapan “emosi” , semoga pengalaman mereka bisa jadi bahan intropeksi kepada anak2nya kelak 😀

  2. anak muda.. belum nyaho susah-nya perjuangan mencari sesuap nasi & segenggam berlian..

  3. Ane juga baru lulus tgl 24 mei 2013 kmrn dan ane juga udh ngerencanain lgn konvoy bareng temen2.. Tp bkn konvoy kyk gambar d atas… 😀 please visit my blog motormild.wordpress.com 😀

  4. hehehe
    darah muda memang kayak gitu bro
    moga2 yang konvoy, dengan masuk dunia kerja atau masuk kampus
    sifatnya makin dewasa :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: