Advertisements

SPBU dan Efek Psikologis Kenaikan BBM

DSC06271

Rapat paripurna DPR yang membahas perlu tidaknya BBM dinaikkan yang berlangsung semalam (17/6), dengan berbagai pertimbangan disertai debat pro dan kontra menghasilkan keputusan bahwa BBM tetap akan dinaikkan, meski terjadi penolakan di berbagai daerah. Bensin yang semula Rp4.500 menjadi Rp Rp. 6000 , dan solar semula Rp. 4500 menjadi Rp 5500 , cmiiw, Semalam setelah keputusan rapat tersebut, meski belum sah dengan belum ditandatanganinya hasil keputusan tersebut  oleh presiden, efek psikologis yang terjadi di masyarakat sudah terasa.

Semalam tidak beberapa lama setelah rapat terebut menghasilkan keputusan BBM dinaikkan, saya langsung menuju ke pom bensin terdekat untuk mengisi bensin setangki penuh. Dan disana rupanya sudah banyak kendaraan roda dua yang mengantri panjang., berbeda dengan antrian roda empat yang tampak biasa saja. Mengantri agak lama saya melihat petugas SPBU mulai menutup satu dari empat jalur pengisian bensin yang disediakan. Ada rasa was-was bakal kehabisan jatah bensin. Alhamdulilah ternyata masih kebagian, dan bisa isi penuh tanpa ada batasan pengisian. Dari pantauan saya di beberapa titik SPBU di kota Malang, semalam (sekitar pukul 23:00 ), antrian memang terjadi hampir merata disemua SPBU, cuma untuk SPBU non 24 jam, antrian dibatasi oleh petugas karena hampir melewati jam pengoperasian.

Biasanya pasca kenaikan BBM, antrian di SPBU tidak terlalu ramai seperti sebelum kenaikan berlaku. “Seminggu sampai dua minggu, biasa terjadi slow down terhadap pembelian BBM, tapi tidak lama, karena efek psikologis saja,” kata Eri Purnomo, Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana dilansir harian detik sore (17/06/13). Menurut penuturan beliau, penjualan BBM bersubsidi di SPBU rata-rata akan turun 20 – 25% sehari. Karena masyarakat masih “tidak terima” harga BBM naik.

DSC06269

Bagi saya tidak ada salahnya ikut serta dalam antrian pom bensin mumpung harga bensi belum naik. Kita sebagai masyarakat bisa apa kalau pemerintah sudah menetapkan keputusan kenaikan harga. Tanggapi secara bijak, tinggal kitanya bagaimana caranya bisa menyiasati pengeluaran untuk beli BBM . Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor misalnya, hemat sekaligus ramah lingkungan. Boleh demo, boleh kritis, tapi juga harus realistis.

(bfa)

ScreenShot007

source : harian detik sore (17/06/2013)

Ratusan mahasiswa Malang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang menggelar demo tolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Kota Malang. Jumat (14/6/2013). | KOMPAS.com

Advertisements

Posted on 18.06.2013, in My Stories and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. sebenernya masalahnya sikap yang berhak menentukan jadi atau tidaknya naik. beberapa waktu lalu isu bbm naik, harga sudah naik. hak itu berlaku lagi saat isu muncul. padahal harga BBM belum jadi naik. nah gimana besok kalo naik beneran? 🙄
    tapi sayangnya, BBM terlalu disia-siakan disini. 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: