Advertisements

Mengamati Anak Jalanan

DSC06166-horz

Siang hari jam pulang kantor ngampus disaat riding santai meski jalanan padat merayap, perhatian saya sempat tertuju pada seorang anak yang membuat saya memutuskan untuk menepikan motor. Anak yang dari tampilannya itu seperti (maaf) anak jalanan itu tampak asyik menempelkan stiker pasangan calon walikota dan wakil walikota waktu itu. Saya perhatikan saja dari jauh, dan sempat saya ambil gambar. Setelah dia melewati saya , dia ganti menempelkan stiker yang sama di tiang listrik dan banner lain.

Sempat saya dekati dan ajak ngobrol, saya tanya dia lagi ngapain, jawabnya gak ada . .  cuma iseng nempel-nempel aja. Saya gak langsung percaya, pasalnya dia nempelin stiker yang sama ke beberapa tempat. Apalagi waktu itu musim pemilihan walikota. Bisa jadi dia dapat upah dari hasil nempel itu. Saya tertarik lihat dia yang memang dari umur anak segitu, asik banget main tempel stiker. Mungkin saya yang terlalu niat jepret anak itu apa gimana, sampai-sampai dilihatin orang yang melintas karena motret anak kecil yang lagi jalan. haha. . .

DSC06167-horz

Setelah itu saya memutuskan beranjak dari situ. Nah keesokan harinya, saya lewat jalan yang sama, dan saya melihat anak kecil kemarin itu tengah menyodorkan semacam kertas atau amplop di sebuah warung makan padang. Ckck, ini anak mungkin emang bener anak jalanan. Orang tuanya kemana ya . Memang belakangan ini entah di tempat makan, maupun di keramaian publik, lagi musimnya orang berpakaian lusuh ( ada yang anak-anak juga) menyodorkan amplop yang isinya minta sedekah untuk membeli kebutuhan sekolah , dan lain sebagainya.

Mungkin lain kali saya bisa tanya-tanya ke anak-anak jalanan, sehari penghasilan mereka berapa. Itupun kalau gak diawasin “yang jaga” 😉 . Pernah sih tanya-tanya ke anak seperti itu, eh malah dilihatin sama mas-mas dengan tatapan tajam, yaudah sini langsung pergi. Dari pengamatan singkat ini, setidaknya saya makin bersyukur hidup berkecukupan, setidaknya lebih baik dari mereka yang hidup di jalanan.

(bfa)

05122012

Penah saya makan di warung dan disodorin amplop seperti ini. Duit gak saya kasih, palingan ntar gak dibuat sekolah tapi dibuat yang lain.

Advertisements

Posted on 03.10.2013, in My Stories and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: