Advertisements

Waktunya Perpanjangan STNK Lima tahunan, Pelayanan (masih) Kurang Memuaskan

DSC06552

Tak terasa sudah setengah dasawarsa semenjak hari itu. Hari dimana saya sebagai anak sekolah yang merasa senang sudah punya motor sendiri. Jupiter MX yang selama ini menemani saya sudah sekitar lima tahun dua bulan, dari mulai awal SMA sampai kuliah semester pertengahan ini. Tidak bisa mengingat satu per satu, momen yang kami lewati bersama. Masih ingat dulu pertama belajar motor koplingan bareng si 135 cc ini, inginnya ngerem malah tarik tuas kopling, ya nyelonong. Panas terik hujan angin, berkali-kali celaka, berurusan dengan si “preman jalan” tukang palak, juga tidak satu dua kali kami lalui. Sekarang saatnya memperpanjang kontraknya lagi.

Awal September kemarin saya bertekad menyelesaikan urusan perpanjangan STNK ini, target siang itu juga harus sudah selesai!. Sekitar jam 9 pagi sudah standby di Samsat Teratai, Jember, sampai tempat parkir yang terletak masuk ke halaman dalam. Disana sudah banyak masyarakat hilir mudik sibuk dengan map dan berkas yang dibawa. Oke petualangan dimulai! Jujur hanya bermodal semangat tanpa tahu harus kemana dulu, saya putuskan langsung keruang depan, karena pikir saya ruangan itu terletak paling depan dan paling luas. “Siapa tahu proses awal dimulai dari sana”, pikir saya polos. sesampainya disana saya ditanggapi oleh mbak-mbak yang bertugas, yang mesti dilakukan pertama yakni harus fotokopi BPKB, STNK, dan KTP asli (sesuai nama yang tertera di STNK), serta membeli map yang ditentukan.

Petugas cek fisik samsat mengecek kode mesin dengan dikikir

Fotokopi dan kelengkapan berkas, hasil mondar-mandir sana-sini

Fotokopi dan kelengkapan berkas, hasil mondar-mandir sana-sini

Di tempat fotokopian sudah banyak yang antri. Ruangan yang kecil serta antrian yang tidak teratur membuat suasana jadi gaduh dan pengap. Meski petugasnya bekerja dengan cepat dan cekatan, sepertinya masih perlu penambahan karyawan lagi, atau lebih enaknya ruangan mesti diperluas. Akhirnya setelah menunggu lama, fotokopi STNK, KTP, BPKB (masing-masing rangkap dua) dan sebuah map sudah saya terima. Setelah membayar semuanya 7 ribu, saya langsung keluar dari ruangan meski berdesak-desakan. Hfft . . . udara di luar jauh lebih baik.   Proses selanjutnya yakni menuju loket cek fisik untuk penyerahan map tadi, yang kemudian ditambahi formulir cek fisik. Setelah tanya ke petugas, saya selanjutnya menuju parkiran. Disana sudah ada petugas cek fisik. Setelah menyerahkan formulir (kalau tidak salah) warna kuning itu, tidak lama menunggu, petugas itu langsung membuka jok dan mengikir nomor rangka dan nomor mesin yang terletak dibagian bawah motor yang gunanya agar kode tersebut menempel pada form di lembar kertas itu. Herannya masih ada orang yang memberi ‘ongkos’ ke petugas tersebut, meski tidak ada papan tulisan tarif yang dikenakan. Pikir saya mungkin untuk cek fisik tidak dikenakan biaya, tapi karena tidak enak, ya sudah. “Berapa pak ? “ , “ seikhlasnya mas”, jawab bapak itu dengan agak sungkan.

Menuggu antrian pemanggilan hasil cek fisik, cmiiw

Setelah formulir cek fisik diisi, serahkan kembali ke loket  cek fisik dan menerima kembali di loket formulir STNK yang berada tepat dibelah loket cek fisik bersama map berisi berkas sebelumnya. Kemudian saya diarahkan ke loket seberang untuk pengambilan BPKB, setelah sebelumnya membayar uang sekian di loket cek fisik,(saya lupa bayar berapa). Seelah menyerahkan map ke loket pengurusan BPKB, saya diarahkan ke ruang arsip untuk penyerahan dokumen dan setelah itu kembali ke loket pengurusan BPKB.  Tidak lama menunggu, saya diwajibkan membayar 30ribu. Masih diloket tersebut, saya diberi tahu petugas bahwa pengambilan BPKB bisa dilakukan satu bulan lagi. Buseet, lama amat!, tapi keheranan saya tidak berlangsung lama setelah ada orang lain yang juga diberitahu hal yang sama oleh petugas bersangkutan. Yasudahlah, selanjutnya saya menuju ruangan yang ada didepan, disana setelah menyerahkan map berisi berkas-berkas yang dibutuhkan, selanjutnya tinggal menunggu panggilan. Agak sulit cari tempat duduk, banyak yang menunggu juga, tidak sedikit yang harus berdiri karena tidak kebagian kursi.

Menunggu giliran dipanggil

Menunggu giliran dipanggil

Suasana di ruang kelengkapan dan penyerahan

Jam menunjuk angka 11 pertanda sebentar lagi jam istirahat. Semoga saja berkasku cepat diproses. Akhirnya ada panggilan dan saya menemui petugas bersangkutan yang akhirnya harus membayar lagi 253 ribu untuk pajak tahunan. Petugas tersebut juga memberi tahu bahwa plat nomer baru dapat diambil 6 bulan lagi. sekitar bulan maret?!, buseet ini mesti nunggu lagi!. Terus bagaimana kalau ada razia polisi ? “Bisa menunjukkan kertas ini”jawab petugas tersebut sambil menunjuk kertas warna pink yang tertulis ‘Blangko Pengambilan STNKB’. Ada mas-mas disamping saya juga kaget mendengar plat nomer yang seharusnya ia terima siang itu juga, malah harus ditunggu setengah tahun lagi. Dengan muka kurang puas saya pergi meninggalkan ruangan yang masih ramai itu.

Saya menuju tempat parkir dengan banyak pertanyaan dipikiran. Memang sebelumnya di tembok loket cek fisik sudah ada kliping koran yang tulisannya tentang kurangnya stok kertas BPKB dan STNK. Okelah instansi samsat telah mendapat standar ISO:9001, tapi kenyataannya pelayanan masih belum memuaskan. Okelah mungkin calo tidak terlalu tampak lagi di lingkungan internal Samsat Teratai itu (meski diluar samsat masih ada saja yang “menawarkan jasa” ). Tapi ini membahas pelayanan disana, tidak ada papan petunjuk yang jelas kemana saya harus memulai untuk proses perpanjangan STNK ini. Malah kebingungan, meskipun ada banner petunjuk tapi kurang informatif. Disamping itu ruang tunggu yang disediakan yang terletak diantara ruang loket cek fisik, pengurusan BPKB dan ruang arsip, udara disana terasa sangat panas. Kanopi yang digunakan terlalu menyerap panas mengakibatkan suasana menjadi gerah, meskipun ada kipas angin,gak ngaruh!.

Apalagi yang paling menyebalkan ketika harus menunggu BPKB cair sebulan lagi, itupun kalau benar sebulan. Belum lagi nungguin plat nomer asli yang harus nunggu setengah tahun lagi. Meski trouble ini penyebabnya dari pusat, ketidakpuasan tetap melekat 😐 .

Secarik kertas ini yang nantinya ditukar dengan BPKB baru. Selain itu kertas ini merupakan surat jalan sementara pengganti TNKB

Secarik kertas ini yang nantinya ditukar dengan BPKB baru. Selain itu kertas ini merupakan surat jalan sementara pengganti TNKB

(bfa)

Advertisements

Posted on 28.10.2013, in My Stories and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Comments.

  1. edian, lama amat!

  2. Balik nama atau nggak om?
    September kemarin perpanjangan STNK jupiter juga. tp platnom langsung jadi.
    bahkan BPKB bisa langsung dibawa pulang lagi..
    tapi khusus buat motor2 baru memang platnom baru bisa jadi 5-6 bulan lagi..

  3. betul, dimana2 kalo namanya urusan birokrasi, mesti gak dikasih petunjuk yg jelas, yg blm pengalaman ngurus mesti bingung, apalagi ramai dan kadang suara panggilan gak terdengar 👿
    dan akhirnya yg males ribet, pilih pake calo

    #kalo bisa dipersulit ngapain dipermudah..

  4. wah perlu perbaikan pelayanan scepatnya 😀

  5. Cuma perpanjang dan ganti plat nomer tapi BPKB ditahan 1 bulan? Aneh sekali prosedurnya? Apa kira2 tujuannya?

    • Sebenarnya bukan ditahan kalo menurut saya, tapi dengan alasan kekurangan stok kertas BPKB. demikian yang disampaikan petugasnya 🙄

  6. iwan hadi purnomo

    Pajak mati 15hari denda berapa?

  7. berarti perpanjangan stnk dan ganti platnom juga ganti bpkb?

  1. Pingback: Berawal dari Kios Kecil | Aragani Personal Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: