Advertisements

Konser NOAH Berteman Tebalnya Kabut di Amarta Hills

DSC07827

Pemkot Batu bersama Surya Pro Mild menghadirkan NOAH dalam rangka ulang tahun Kota Batu ke-12 , sekaligus sebagai rangkaian tour di 100 kota yang kali ini digelar di Amarta Panderman Hill, Kota Batu (23/11), bertajuk Konser NOAH Shining Batu. Lama tak mengunjungi kota dingin ini, band beranggotakan Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David ini mendapat apresiasi tinggi terbukti dari membludaknya masyarakat yang datang untuk menonton konser meski lokasi venue saya rasa lain dari biasanya.

Berawal dari perjalanan saya beserta teman mengendarai motor, bergerak menuju kota Batu ditemani ramainya jalanan di malam minggu. Terus terang kami berdua belum tahu dimana tepatnya lokasi konser akan digelar. Untung saja begitu masuk kawasan kota Batu kami menemui banyak petunjuk berupa banner kecil berisi arah lokasi konser tersebut. Setelah mengikuti petunjuk dengan seksama dan dalam tempo yang tidak terlalu singkat juga, tibalah kami di kawasan hotel agrowisata. Bayangan saya sebelumnya konser digelar di tempat yang mudah dijangkau dengan akses kendaraan mudah, ternyata sedikit meleset. Saya memutuskan parkir motor di kawasan agrowisata karena banyak petugas yang mulai menutup jalan dengan portal, tanda kendaraan tidak boleh melanjutkan perjalanan ke atas. Setelah teman membayar biaya parkir motor (menurut saya terlalu mahal) 5ribu rupiah, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Barusan saya singgung kendaraan yang tidak boleh melanjutkan ke atas, mungkin karena volume kendaraan yang sudah padat.

Jalan menuju venue cukup menanjak, mengingatkan saya dengan jalur menuju kawah ijen, hehe. Selain kami berdua juga banyak orang-orang yang memilih berjalan kaki. Selain itu ada yang memilih jasa ‘transportasi dadakan’ berupa angkot yang mematok 3ribu sekali jalan menuju tempat konser 🙄 .  Jalanan menanjak bikin capek ? tidak juga. Udara perbukitan yang berkabut membuat kondisi badan tidak bisa dibilang gerah. Dengan sembulan udara keluar dari mulut, tanda hawa cukup dingin. Pilihan tepat memakai jaket dan celana panjang.

DSC07828

Sekitar 15 menit kemudian kami tiba di lokasi konser yang lagi-lagi saya heran. Ini konser dengan venue di tempat yang paling tinggi yang pernah saya tonton selama ini. Gimana gak tinggi coba, setelah berjalan kaki menanjak, ternyata lokasi konser memang benar-benar di atas bukit. Disana terdapat juga tenda vvip yang ditempati pejabat setempat. Para punggawa timnas U-19 yang tengah training center di Batu juga ikut nonton lho . saya sempat melihat Evan Dimas juga.

Konser dibuka dengan band lokal yang menurut saya keren. Personilnya ada empat, dengan vokalis cewek bule lancar berbahasa indonesia. Awalnya saya kira orang indo asli, setelah didekati eh bule ternyata. Mungkin sudah lama tinggal disini. Sayangnya belum tahu nama band-nya 😉 . Setelah itu MC membuka acara disusul video trivia dari NOAH beserta backsound instrumentalia lagu-lagu hits dari band pembaruan peterpan ini. Tidak menanti terlalu lama, NOAH tampil dengan cobalah mengerti sebagai lagu pembuka. Penonton histeris, semua larut dalam satu suasana.

DSC07837

Ariel dkk membawakan belasan lagu dengan komposisi lebih banyak lagu lama dibanding lagu baru. Antusias penonton tak surut meski gerimis dan kabut menebal. Kalaupun ada keributan, cuma semacam selingan. Walaupun beberapa penonton (perempuan dan anak-anak) banyak yang dibawa tim medis, konser tetap berjalan lancar dengan topeng sebagai lagu penutup disertai pertunjukan kembang api yang memecah kabut di langit panderman.

Menurut saya konser di malam minggu kemarin itu menyisakan banyak kesan. Betapa setiap kru bekerja kompak membentuk satu kesatuan membuat konser berjalan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan segala hal yang terjadi. Saya cemas juga melihat banyak penonton yang menyaksikan konser dari atas bukit yang menyisakan sedikit dataran bekas dikeruk. Alhamdulilah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. tapi konser ini menurut saya masih kurang pas, khusus pada perform NOAH sendiri. Pertunjukan lebih menitikberatkan pada Ariel. Personil lain yang menunjukkan skill individu saya rasa cuma Lukman, dengan permainan melodinya. Sedangkan personil lain, Reza, David, dan Uki serta Ihsan (additional bass) kurang begitu ‘memamerkan’ skill. Saya khawatir NOAH nantinya cuma diidentikkan dengan Ariel.  Semoga opini saya ini tidak tepat.

ScreenShot012

Secara keseluruhan mengesampingkan kekurangan diatas, saya cukup puas dengan mengikuti semua proses konser ini. Mulai dari perjalanan berangkat, jalan kaki menanjak menuju venue, berdesak-desakkan dan berjingkrak bersama ratusan bahkan ribuan orang yang hadir disana, sampai menikmati pemandangan kelap-kelip Kota Batu dari atas, sembari berjalan kaki menuruni jalan semula. Semua itu saya nikmati. Terima kasih Allah engkau memberi hamba hari yang berkesan.

Satu kalimat penutup dikutip dari perkataan Ariel yang masih terngiang sampai sekarang.

 . . . Begitu punya ide untuk tulis sesuatu, tulis saat itu juga. Mungkin saat ini gak begitu berarti, tapi suatu saat nanti pasti itu sangat berarti.

(bfa)

Advertisements

Posted on 26.11.2013, in Music, My Stories and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: