Advertisements

Berawal dari Kios Kecil

18092013(001)

Gara-gara ketersediaan plat nomer di samsat habis sedangkan mobilisasi tidak memungkinkan pakai plat nomer lama, saya putuskan memesan yang baru di tukang plat pinggir jalan. Lebih baik begitu ketimbang di jalan dilihatin orang karena pakai yang kadaluarsa. Apalagi tiap keluar masuk kampus plat nomer selalu dilihatin. Samsat apa gak malu ya sama tukang pinggir jalan, disitu stok bahan selalu ready :mrgreen: .

Cerita ini sebenarnya masih termasuk sequel atau lanjutan dari postingan beberapa waktu lalu ( baca : Waktunya Perpanjangan STNK Lima tahunan, Pelayanan (masih) Kurang Memuaskan ). Dimana pelayanan samsat setengah memuaskan dengan alur proses yang kurang informatif. Rasa kesal memuncak disaat petugas bersangkutan menyatakan BPKB dan plat nomer belum bisa diberikan saat itu juga karena stok habis. Beberapa hari kemudian saya mengunjungi tukang plat pinggir jalan untuk pesan plat nomer. Tempat yang saya datangi berupa kios kecil di pinggir jalan besar daerah galunggung, Malang. Meski tempatnya kecil, bapak-bapak yang sepertinya sudah berumur 40 tahunan keatas itu menyambung hidup disitu dengan membuka pengerjaan mulai dari pembuatan plat, papan nama, sampai stempel.

18092013(003)

Tersedia banyak model tulisan, saya pilih yang standart . Wes gak mau urusan sama aparat lagi gara-gara pake plat nomer dimodel (baca disini). kemudian bapak itu memberi beberapa pilihan jenis bahan plat, saya ambil yang pakai bahan tebal. Disana juga tersedia pembuatan plat nomer menggunakan plat yang sudah ada logo satlantas-nya, dengan harga sedikit lebih mahal. Beliau mengaku mendapatkan bahan plat lengkap dengan logo itu langsung dari samsat, namun gimana proses mendapatkannya saya kurang tahu. Dengan menembus 40 ribu, beberapa hari kemudian saya sudah mendapatkan sepasang plat nomer tebal yang gak nekuk kalau kena senggol. Sebenarnya bisa nekuk tapi kalau kena benturan keras. Saya pilih bahan seperti ini mengingat seringnya motor kena senggol saat parkir.

Tadi sedikit saya singgung di kios itu juga melayani pembuatan stempel. Nah berawal dari keisengan saya bertanya “samean bikin stempel juga pak ?“ karena melihat ada stempel dibungkus plastik. Saya jadi tahu sedikit tentang beberapa orang yang biasa memalsukan stempel, wah ini!. Saya tanya apakah pegawai dari instansi terkait yang memesan stempel itu, bapak yang saya lupa tanya namanya itu berkali-kali menegaskan kalau yang pesan itu bukan dari instansi terkait. Jadi itu  ada yang punya “kepentingan” yang pesen stempel kloningan itu. Dilihat satu persatu, stempel yang sudah jadi ada yang bertuliskan nama kantor kelurahan , ada juga puskesmas, ckck. “Jadi kapan-kapan kalau ingin memalsukan stempel pesen disini aja ya”, batinku  :mrgreen:  .

(bfa)

Advertisements

Posted on 02.12.2013, in My Stories and tagged . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. malsu stempel itu udah rahasia umum. buuuaaaanyak yg pake.

  2. malsu stempel sudah kebiasaan waktu kuliah
    terutama buat tugas2 reservasi biar ga ribet tugas nyontek trus stempel pesen dipinggir jalan beres
    kwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: