Advertisements

Golf Sebagai Alat Negosiasi BUMN, Pantaskah?

Sewaktu SD dulu saya sudah dikenalkan dengan golf sebagai olahraga orang berkelas. Pikiran waktu itu kenapa disebut demikian karena mayoritas yang bermain orang-orang kaya berdompet tebal. Dilihat dari penampilan dan semua fasilitas yang diberikan pada mereka. Pikiran polos waktu itu tidak sepenuhnya salah. Makin kesini makin tahu, golf tidak hanya untuk olahraga atau hobi. Negosiasi antar pemangku kekuasaan rupanya juga bisa jalan lewat golf. Simak satu berita dari detik finance berikut ini.

Direksi BUMN Main Golf untuk Lobi Bisnis, Dahlan: Itu Omong Kosong!

Beberapa direksi dari salah satu Badan Usaha Usaha Milik Negara (BUMN) ketahuan main golf di jam kerja. Salah satu alasan direksi BUMN bermain golf di siang bolong adalah demi negosiasi dan lobi bisnis. Namun Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak sepakat atas alasan itu. Menurutnya, lobi dan negosiasi bisnis bisa dilakukan di tempat lain yang lebih masuk akal. “Omong kosong. Saya enggak percaya negosiasi bisa dilakukan di lapangan (golf),” kata Dahlan di kantornya Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2013).

Ia menambahkan, Kementerian BUMN sudah sering mewanti-wanti para direksi untuk tidak keluyuran saat jam kerja. Apalagi sampai bermain golf dengan alasan untuk melakukan lobi dan negosiasi. Beberapa direksi yang dituding bermain golf di jam kerja berasal dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Mereka adalah Dirut BKI Ibnu Wibowo, Direktur Keuangan dan SDM Anang Sundana, Direktur Teknik Iman Satria Utama, Direktur Pengembangan Usaha Ibrahim Gouse.

Dahlan mengatakan, awalnya hanya satu direksi yang ketahuan dan langsung ditegur. Namun direksi yang ditegur tersebut langsung ‘berkicau’ bahwa ia tidak sendirian dan melaporkan direksi lainnya. “Padahal sudah berapa kali ditegaskan jangan main golf saat jam kerja,” kata Dahlan. Dahlan Iskan pastikan pecat direksi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang ketahuan main golf saat jam kerja. Pemecatan ini hanya tinggal proses administrasi.

“Saat ini sedang proses administrasi di Sesmen (Sekretaris Kementerian BUMN). Sanksinya lebih besar dari digeser, ya dipecat,” ujar Dahlan di kantornya Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Menanggapi ancaman sanksi karena main golf saat jam kerja, Direktur Utama BKI Ibnu Wibowo tidak membenarkan ataupun membantah. Ibnu menyerahkan semua proses penilaian kepada pemegang saham yakni Menteri BUMN.

“Sudahlah, tanya pak Dahlan, jangan ke kita. Menteri kok dilawan, saya ikhlas disudutkan, saya dicopot sekarang saja Alhamdulillah kok,” kata Ibnu. Ibnu menuturkan dirinya siap dicopot dari jabatannya sebagai dirut ketika hasil penyelidikan menyatakan dirinya bersalah. “Kalau yang menugaskan tak happy, saya mau apa. He (Dahlan) is the boss,” tambahnya.

ScreenShot017

Ada satu komentar menarik dari akun @babar_karok02 dari sumber berita yang sama.

kalo menurut gua…bukan golfnya yg salah krn dlm olah raga ini minimal ada 3 filosofi golf yg hrs melekat dlm benak setiap golfer yaitu : Sport, Art, Attitude, shg kalo ketiga filosofi ini dipegang baik2 mk pasti tdk ada kegenitan2 yg murahan dilapangan…olah raga ini sangat elegan n sngat menjunjung tinggi nilai2 sportifitas, kalo g punya bakat n moral yg baik sebaiknya jgn ikut olah raga ini krn anda hanya akan membuat CITRA golf jadi tercoreng…salam olah raga

Saya baru tahu  rincian biaya main golf ternyata semahal itu. Lebih tepatnya pikiran katrok saya makin termindset bahwa golf benar-benar punya orang berduit tebal. Contohnya untuk biaya sewa lapangan, perhari paling minim 100 ribu. Itu yang paling murah dapatnya lapangan ukuran berapa ? ckck. Mending buat nyewa yang lain deh :mrgreen: .

Memang kalau urusan sama oknum birokrat itu siap aja duit tebal. Sebagai masyarakat biasa yang tidak tahu ada apa dibalik kantor instansi BUMN yang berdiri megah disana, harusnya para pemangku jabatan tetap sadar dirinya bisa berkuasa dan digaji oleh rakyat. Bermain golf memang sudah menjadi tren dikalangan menengah atas. Kami yang belum tentu bisa bermain yang seperti itu menganggap anda semua terpelajar, akademisi, dan birokrat yang mengerti akan rakyat. Kalau tidak bisa menjaga amanat, lebih baik siap saja dipecat. Orang birokrat ‘cacat’!

(bfa)

Advertisements

Posted on 25.12.2013, in My Stories and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. pimpinan di tempat saya kerja pun terpaksa mengikuti “ajakan” main golf untuk bisa dpet proyek di P*******a. padahal disana kita semua yang bayarin lapang,makan,cady,entertainment. dan walau kita sudah habis puluhan juta belum tentu proyek bisa jatuh k perusahaan kita.

  2. Hahaha, itulah para pemimpin yang memimpin negeri ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: