Advertisements

Satu Tujuan : Ketika Magetan Menyatukan Barat dan Timur

DSC08251
Tak terpikirkan sebelumnya akan menutup 2013 dengan perjalanan mengesankan menuju satu daerah Jawa Timur bagian paling barat. Dua hari saya lalui di Magetan, menikmati suasana keakraban dan persaudaraan dengan rekan-rekan lain yang sebagian belum saya kenal sebelumnya. Sabtu 28 Desember 2013, nasi bungkus santapan pagi itu saya makan dengan lahapnya, sambil sesekali melihat jam. Karena pukul 8 pagi sudah janji dengan rekan-rekan lain untuk bertemu di salah satu SPBU di daerah menuju Kota Batu. Setelah semua persiapan selesai, bismilah motor mulai mengaspal. 

Sekitar setengah 9 pagi saya bertemu Mas Wiro, Mas Fauzi dan Mas Arif  dan bersama-sama melintasi jalanan Kota Batu menuju pujon lanjut ke Pare, Kediri. Menginjak pukul 11 pagi menjelang siang, kami berempat bertemu dengan mas Rudi Antoni yang sudah menunggu di depan Polres Kediri. Perjalanan berlanjut menembus Kediri lanjut istirahat sejenak di Kec. Bagor, Kab. Nganjuk, yakni dirumah Ibu dari Mas Rio. Ditengah teriknya matahari siang, sekitar jam 2 kami melanjutkan perjalanan yang akhirnya rombongan kami bertambah anggota lagi dengan bergabungnya Mas Tarom  dan Mas Heru “O’onk ” di titik pertemuan di daerah Purwosari, Caruban.  Panas yang menggigit tak menyurutkan kami untuk terus melanjutan perjalanan, bergerak menuju Madiun.

Jam tiga sore kami singgah di Masjid Agung Baitul Hakim, Madiun untuk solat Ashar sekalian cari makan di daerah alun-alun yang lokasinya tepat di seberang masjid dengan dominasi warna biru itu. Di lokasi masjid  kami juga ketambahan personil lain yang juga ikut gabung. Akhirnya setelah berleha-leha selama hampir 2 jam karena lamanya makanan yang dipesen datang, jam 5 sore kami lanjut ke Magetan dimana Mas Muhsin Riyadi aka. Mbah Bons sudah siap menyambut di rumah tercintanya.

Menginjak petang beberapa menit sebelum magrib, kami akhirnya tiba di tempat tujuan. Magriban di musholla yang tidak jauh dari sana. Sembari menunggu waktu isya’ kami bercengkrama di teras musholla sambil menikmati keheningan petang. Disana penerangan lampu jalan seolah kalah dengan rimbunan pepohonan. Benar-benar tenang. Keramaian disana pun cuma dari suara kendaraan yang lewat. Sayup-sayup terdengar suara motor berombongan , benar saja dari kejauhan mulai muncul teman-teman koboys yang datang dari jogja dan sekitarnya. Setlah solat isya’berjamaah, begitu tiba di depan rumah Mbah Bons, halaman rumahnya mirip showroom kendaraan. Rasa takjub saya kembali muncul saat sesi makan malam dengan menu “sak kuatmu”. Perut bener-bener dimanjakan, hehe. Makin malam bercengkerama satu sama lain hingga waktu merangkak tengah malam. tidur antara lelap dan terjaga. Terjaga karena tidak sabar menungu pagi.

DSC08149

Minggu pagi 29 Desember,  setelah sarapan dan merapikan diri kami bersiap lanjut ke acara puncak yakni cemoro sewu. Dengan jalanan menanjak dan tikungan tajam serta kondisi jalanan ramai membuat kami yang terdiri dari 28 motor dan satu mobil ini harus ekstra hati-hati. Setelah melewati separuh perjalanan, kami menyempatkan berfoto-foto di salah satu sudut jalan disana.  Dirasa cukup, perjalanan dilanjutkan dengan terus naik ke atas. Tapi kali ini saya rasa kecepatan motor tidak terlalu kencang juga, karena kami lebih memilih menikmati pemandangan sekitar yang subhanallah banget.

Singkat cerita setelah menunggu mobil mbah bons di dekat checkpoint titik 0 km, akhirnya kami tiba di satu tempat yakni di tikungan yang dikelilingi hutan di daerah cemoro sewu sana. Prosesi seremonial dan doa senantiasa menghatarkan jatimotoblog di ulang tahun keduanya agar tetap terus eksis dan saling merangkul sesama blogger dan komentator yang ada di Jawa Timur. Kami cukup menikmati acara siang hari itu. Apalagi saat acara potong tumpeng dan makan bareng, tak lepas dari canda tawa, suka riang, dan psatinya perut kenyang.

DSC08242Melihat awan mendung yang mulai datang, serta acara anniversary yang alhamdulilah sudah terlaksana lancar, kami satu persatu mulai meninggalkan lokasi untuk bergerak menuju daerah masing-masing. Saya ikut rombongan yang ada sekitar 10  motor, dan mulai berpisah dengan teman-teman lain dan menyisakan 6  motor yang bergerak menuju ponorogo. Ada saya, Mas Wiro, Mas Amama , Mas Fauzi, Mas Arif, dan Mas Rudi. Istirahat sejenak di daerah perempatan lampu merah tepatnya di warung dawet jabung mbak janna. Enak sekali dawetnya, memang cuaca sore itu terasa panas sekali. Setelah berbincang ngalor ngidul dengan si pemilik warung dawet, mbak janna,  kami kembali melanjutkan perjalanan dan berpisah dengan mas Amama dan menyisakan 5 motor untuk kemudian berangkat menuju Blitar. Paling gak target magrib nyampe sana.

Benar saja magriban akhirnya bisa kekejar di Blitar sekalian istirahat di rumah Mas Rudi. Saya yakin teman-teman lain merasakan lelah yang sama. Namun niat untuk bermalam kami urungkan lantaran esoknya ada yang harus kerja pagi. Rasa kantuk kami siasati dengan tidur sejenak sampai setengah 11 malam dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju malang. Itung-itungan jari,  saya perkirakan nyampe malang tepat tengah malam. Perjalanan 4 motor malam itu terasa beda, serasa orang gak punya rumah. Maka dari itu kami memacu kendaraan tidak terlalu santai supaya segera nyampe tujuan. Meski nyawa belum ngumpul sepenuhnya. Saat mengisi bensin di Blitar, sesekali saya melihat ke orang yang tidur di emperan di kompleks SPBU, rasanya pengen gabung juga. Singkat cerita akhirnya saya dan teman-teman sampai malang sekitar jam setengah satu dini hari (waktu tiba bervariasi tergantung lokasi rumah). Setelah mandi dan membereskan semua bawaan, sekitar jam setengah 2 pagi, akhirnya saya bisa istirahat dengan tenang.

Cerita dua hari di magetan menurut saya belum bisa digambarkan secara detail lewat tulisan ini. Karena keterbatasan kata-kata membuat kalimat yang terangkai menjadi kurang bermakna. Sudilah kiranya melihat-lihat jepretan kamera pocket saya, karena foto bisa berbicara lebih, hehe. Sungguh 2013 ditutup dengan gemilang. Bagaimana Magetan membuat kami yang berasal dari barat dan timur, dapat bersatu untuk satu tujuan!. Insya Allah tali silaturahmi kita gak akan terputus. 🙂

(bfa)

ditulis dengan pernuh rasa bangga

*nb: jalur yang saya lewati bersama rombongan dari Malang:

Malang – Pujon (Kota Batu) – Pare (Kediri) – Bagor (Nganjuk) – Caruban – Madiun – Maospati – Mburi – Magetan

Magetan – Cemoro Sewu – Plaosan – Ponorogo – Jabung – Karangan – Trenggalek – Tulungagung – Blitar – Malang

Advertisements

Posted on 14.01.2014, in My Stories, Travel and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Sipp

  2. wah fotone akeh tenan rek :D, ijin copy siji ya sek enek fotoku

    salam mahasiswa

  3. pengalaman yang sangat menarik mas. . . 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: