Advertisements

Berdampak Panjang, Hindari Buang Obat Sembarangan

Sebagian pembaca mungkin heran tumben saya bahas tentang obat. Apalagi blog ini bukan blog kesehatan. Namanya juga blog personal, isinya ya campur-campur, tumplek blek. Oke jadi gini, kemarin tidak sengaja baca satu threat kaskus yang membahas tentang pembuangan obat yang sudah tidak terpakai. Bukan di lingkungan puskesmas atau rumah sakit, tapi di lingkungan rumah. Pembahasan ini saya rasa menarik karena tidak semua orang tahu bagaimana membuang obat yang tidak terpakai lagi secara tepat serta tidak berbahaya bagi lingkungan. Berikut pembahasannya.

Obat yang sudah tidak terpakai diapakan ya?

Mungkin kita belum menyadari bahwa membuang obat ke lingkungan begitu saja ternyata berbahaya seperti halnya membuang racun. Ada obat-obat tertentu yang akan terurai menjadi racun, yang berbahaya tidak hanya bagi flora dan fauna, namun juga bagi kita sendiri. Beberapa jenis obat seperti antibiotik, antiseptik, antivirus, antijamur, anticacing, dll, jika sampai ke tanah akan menyebabkan ketidakseimbangan flora dan fauna mikro di dalam tanah, karena dapat membunuh mikroorganisme normal. Selain itu, khusus untuk antibiotik, dapat menyebabkan kekebalan mikroorganisme yang berbahaya terhadap antibiotik tersebut.  Selain itu, obat-obatan bekas yang dibuang akan mencemari air tanah. Atau yang dibuang ke saluran air akhirnya mengalir ke laut, mencemari ikan dan mahluk laut lainnya yang pada akhirnya masuk ke dalam perut kita.

Lalu apakah obat tersebut boleh dibuang begitu saja? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk obat-obatan yang sudah tak (bisa) dikonsumsi?

1. Yang terpenting, jangan membuang obat begitu saja ke tempat sampah, karena dapat dijual kembali oleh pihak tak bertanggung jawab dan tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan orang lain.

2. Untuk vitamin dan mineral, bisa dipakai sebagai pupuk. Caranya, bila berbentuk kapsul, isi kapsul dikeluarkan. Jika berbentuk tablet, dihancurkan terlebih dahulu. Kemudian taburkan bubuk obat tersebut ke tanaman.

3. Untuk vitamin dan mineral cair bisa langsung dituangkan ke tanaman.

4. Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, titipkan ke apotik, rumah sakit, atau pabrik obat. Pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kadaluarsa.

5. Kalau jumlah tablet/kapsul yang sudah kadaluarsa terdapat dalam jumlah sangat besar, dapat juga dititipkan di pabrik semen, untuk dijadikan campuran semen.

6. Jangan lupa untuk membuang terlebih dahulu kemasan obat. Misalnya stiker pada botol disobek, kotak kemasan digunting. Hal ini untuk mencegah pemalsuan obat, karena bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsu

7. Sisa obat yang tidak akan digunakan lagi tetapi belum kadaluarsa, dapat diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. Kondisi obat sebaiknya masih bagus. Artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sementara untuk obat cair, tutup botol belum dibuka.

Catatan : Obat-obatan yang telah melampaui batas waktu dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama dari penggunaannya tidak berarti menjadi berbahaya atau menjadi racun bagi Tubuh kita, namun hanya menjadi kurang efektif. (WHO)

Membaca penjelasan diatas membuat saya berpikir selama ini obat di dapur sepertinya dibuang begitu saja di tempat sampah. Jadi kepikiran buat nyerahin obat tidak terpakai ke apotek. Ketimbang dibuang sembarangan. Teringat juga ada pedagang mainan yang menjual suntikan secara bebas dan dijual ke anak-anak. Suntikan tersebut bisa jadi berasal dari sampah puskesmas atau rumah sakit. Jadi untuk para orang tua dan masyarakat yang sadar akan hal ini, mending cegah anak-anak untuk membeli suntikan yang katanya mainan itu.

Kembali lagi ke obat, ada baiknya setelah mengetahui hal ini mari kita saling mengingatkan orang sekitar untuk tidak membuang obat sembarangan. Semoga info ini bermanfaat.

(bfa)

Advertisements

Posted on 28.01.2014, in Health, My Stories and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. bisa gitu ya dikasikan gitu aja ke sembarang apotek? ubek2 kulkas dulu nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: