Advertisements

Polisi Tidur Sebagai Penguji Kesabaran

DSC06300

Polisi satu ini punya tugas memperlambat laju kendaraan supaya orang yang hendak menyebrang dan juga  kendaraan dari berbagai arah lebih aman melintas, semata-mata demi kenyamanan bersama. Realita yang ada di lapangan menunjukkan seringkali polisi tidur terlalu mengganggu dan membuat jengkel. Kalau kita ingat Februari tahun lalu sempat heboh MUI Samarinda mengharamkan polisi tidur karena membahayakan pengguna jalan. Secara awam saya menilai polisi tidur yang ada selama ini memang tidak ada standar yang pas di masyarakat, seberapa tinggi, pemilihan lokasi dan jarak, serta penanda keberadaan poldur.

Poldur itu selain sebagai penghambat laju, menurut saya juga sebagai pengrubah mood dalam sekejap. Iya, kalau cuaca panas terus jalan rame, ada satu poldur belum 100 meter udah ada lagi. ditambah tingginya yang gak kira-kira, bikin jengkel. Untung aja ketinggian motor dari permukaan tanah (ground clearance)­ masih wajar, nyoba kalau rendah, bagian bawah motor bisa baret. Ada lagi fungsi poldur, membuat ibu hamil was-was. Pernah satu waktu membonceng tante saya yang tengah hamil, ketika mendekati poldur, beliau menyuruh saya pelan-pelan , bahkan menurut saya sangat pelan. Kasihan ngelihatnya. Lebih parah lagi kalau ada yang kecelakaan gara-gara poldur yang sebelumnya kurang terlihat, seperti yang diceritakan mas edo rusyanto di salah satu artikelnya. Hendak mendahului mobil dari arah kanan , saat hendak menyalip gak tahunya ada poldur yang membuat motor korban oleng dan menabrak kaleng yang dicor semen. Singkat cerita si korban harus merogoh kocek lebih dari 15 juta untuk biaya pengobatannya. Beliau luka di bagian dagu dan terdapat pergeseran di tulang sekitar gigi. Separah itu .

DSC06627

Peraturan tentang polisi tidur di negara kita sebenarnya sudah diatur di Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Disana disebutkan bahwa tinggi maksimum poldur tidak lebih dari 120 mm atau 12 cm dengan sudut kemiringan 15%. Seperti gambar dibawah.

Sialnya, mayoritas masyarakat kurang begitu peduli / belum tahu peraturan ini. Dari sudut pandang pengguna jalan, penempatan polisi tidur okelah supaya wilayah bersangkutan bisa lebih aman dari kendaraan yang melaju kencang, supaya warga disana bisa lebih aman menyebrang. Tapi tidak semua polisi tidur diberi tanda berupa garis cat melintang. Belum lagi tidak sedikit poldur yang jaraknya sangat berdekatan dengan poldur didekatnya. Kiranya poldur memang pengetes kesabaran. imho.

(bfa)

eh salah bukan yang ini :mrgreen:

Berani hadapi tantangan ? 😎

Advertisements

Posted on 24.02.2014, in My Stories and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. polisi tidur ada aturanya, jangan asal buat

  2. wuih, gambar yg bawah ngeri… 😆

  3. tapi ada yg tinggi banget..sih lady mioku aja waktu itu ampe nyangkut..hiks..hiks..
    bikin ancur motor aja tuh polisi tidur..

    http://hulssay.com/2014/02/24/tampil-keren-dengan-warna-rambut-terbaru/

  4. bisa disebut gundukan kemesraan, *ifyouknowwhatimean

  5. Bikin peraturan tapi gak pernah ada upaya penertiban yang bikin poldur gila2an ya mana digubris…..

  1. Pingback: Mengapa Harus Ada Polisi Tidur? | AHAO's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: