Advertisements

Masuk Fase Kritis, Jembatan Soehat Tinggal Tunggu Waktu

jembatan , soekarno-hatta, Kota Malang

Kondisi saat malam minggu

Sempat tersiar berita jembatan jl. Soekarno-Hatta (Suhat), Malang sisi timur akan segera diperbaiki. Tahun kemarin sempat diberlakukan pengalihan lalu lintas dengan membuka jalur dua arah di jembatan sisi barat, dengan tujuan mengurangi beban jembatan sisi timur. Meski penempatan traffic light sudah dipindah dan lalu lintas di sisi timur dirancang tidak membebani jembatan, masyarakat tetap berharap kapan jembatan yang berumur lebih dari 25 tahun ini untuk segera diperbaiki. Sedikit banyak masyarakat pasti khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan di jembatan yang sekarang tidak boleh dilewati truk dan bis besar tersebut. Simak satu tulisan di Jawa Pos Radar Malang edisi 8 Januari 2014 berikut ini.

Banyak warga yang kurang yakin bahwa kondisi jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) sisi timur membahayakan. Namun, berdasarkan hasil forensik tim Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), kondisi jembatan Suhat sudah sekarat. Usianya tinggal setahun lagi. Jika tak segera diperbaiki, maka jembatan akan ambruk.Ketua jurusan Teknik Sipil FT UB Ir Sugeng P. Budio MS menyatakan, timnya bisa mengatakan bahwa jembatan Suhat berbahaya karena sudah melakukan forensik. Pria yang juga menjadi ketua tim forensik Jembatan Suhat tersebut menegaskan, kondisi jembatan sudah tidak layak. “Bautnya banyak yang tidak berfungsi,” ucap Sugeng.

Akibatnya, beban yang disangga jembatan tersebut melebihi kapasitas. Karena beban yang seharusnya ditanggung lima baut, hanya ditanggung empat atau tiga baut yang masih bisa menanggung. “Efek dominonya adalah baut ini akan keropos semua karena tidak kuat nahan beban. Anda bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi pada jembatan ini jika baut sudah tidak bisa menahan beban,” ucap Sugeng. Kerusakan di Jembatan Suhat juga terdapat pada pelat konstruksi baja, terutama pada bagian yang ditempati baut, berlubang lebar. Karena penyambungan konstruksi tersebut dinilai tidak tepat. “Seharusnya tidak ada jarak letak baut pada penyambungan antarbaja. Tapi kalau dilihat foto dari jembatan, semuanya dikasih jarak,” terang Sugeng sambil menunjukkan foto yang diambil dari Jembatan Suhat.

Selain itu, banyak pelat yang sudak kalah dengan murnya. Akibatnya, banyak pelat yang longgar. Karena sudah banyak pelat yang longgar, maka daya tahan jembatan juga akan berkurang. Padahal, sesuai dengan hasil riset tim FT UB, Jembatan Suhat sisi timur setiap jamnya dilewati rata-rata 4 ribu kendaraan. “Jika menilik semua kondisi yang ada, batas maksimal jembatan tinggal setahun lagi,” tambahnya.Jembatan itu bisa bertahan satu tahun lagi asalkan beban kendaraan yang lewat kawasan itu adalah 30 persen. Beban kendaraan dianggap 100 persen jika ukurannya adalah truk. Sedangkan beban berat 30 persen ukurannya adalah sedan, colt, atau mobil-mobil kecil lainnya. Selain itu, jembatan bisa bertahan satu tahun lagi asalkan arus lalu lintasnya tidak macet. “Jika kondisi diatas jembatan macet dan beban kendaraannya melebihi 30 persen, maka sewaktu-waktu bisa roboh. Jembatan Suhat selama ini tak mendapat perawatan, akibatnya banyak bagiannya yang sudah rusak dan mengalami korosi,” jela Sugeng.

Ari Wibowo ST MT PhD, anggota tim forensik menambahkan, beberapa bagian jembatan yang sudah rusak diantaranya adalah banyaknya aspal retak. Sehingga, aspal ini digunakan air untuk masuk kedalam konstruksi jembatan. “Akibatnya, baja yang menyangga aspal mengalami karat atau korosi,” ucap Ari. Menurut dia, keroposnya baja mengakibatkan berkurangnya kekuatan jembatan pada beban yang disangga. Sehingga, jika beban yang disangga diatas kemampuannya, maka sudah bisa dipastikan jembatan akan runtuh. “Makanya, ketika banyak mobil ada diatas jembatan, terasa goyang jembatannya. Itu karena kelebihan beban,” lanjutnya.

Tak hanya itu, rubber gab pada jembatan yang seharusnya terisi karet, sudah lama tak berfungsi. Itu karena banyak karet yang sudah menghilang. Padahal, karet pada rubber gab sangat penting untuk menjaga elastisitas jembatan saat ada getaran. “Istilahnya di Jembatan Suhat tidak ada penyeimbang,”tandas Ari. Dia juga mengatakan, lendutan kelengkungan Jembatan Suhat sudah tidak sesuai dengan batas maksimal saat dirancang, yaitu batasnya lendutan maksimal 6 sentimeter. Namun, kondisinya sekarang lendutannya sudah mencapai 18,7 sentimeter tanpa beban,” Itu artinya, lengkungan 18,7 sentimeter terjadi karena Jembatan Suhat itu menahan bebannya sendiri,” sambung dia.

Jika Jembatan Suhat berada dalam kondisi macet, maka lendutannya menjadi 21 sentimeter. Kondisi lendutan yang sudah melebihi ambang batas ini mengakibatkan jembatan sewaktu-waktu bisa runtuh. Martin Sinatupang St MSc, anggota tim lain juga menambahkan, kondisi tersebut diperparah lagi dengan tanpa adanya perawatan dari pemerintah, baik kota maupun provinsi. Dengan demikian, lanjutnya, umur jembatan tersebut lebih cepat dibandingkan rancangan awal, yaitu 14,2 tahun. Padahal, rencana awal jembatan tersebut ditaksir berusia 25 tahun bisa digunakan dengan normal. “ Sekarang saja usianya sudah lebih dari 25 tahun dan sudah banyak yang rusak,” ujar Martin. Dia juga mengatakan, jika diibaratkan permainan bola, jembatan tersebut sudah melalui masa injury time. Praktis, tinggal menunggu waktu berakhirnya saja,” Bisa dibilang tinggal tunggu wasit meniup peluit panjang saja,” imbuh Martin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerja Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edi Sulistyono mengatakan, pemkot menyerahkan sepenuhnya kondisi Jembatan Suhat pada duna PU dan Bina Marga Provinsi Jatim. Namun, berdasarkan hasil koordinasi antara Pemkot Malang dengan Pemprov Jatim,kata Jarot, rencana pembangunan Jembatan suhat sudah memasuki proses tender. Pemprov mengalokasikan dana Rp 40 miliar untuk membangun Jembatan Suhat. “Pertengahan tahun 2014 ini akan dibangun,” tegas Jarot. Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan kondisi jembatan se-Kota Malang. Mengenai hasil forensik UB, dia berharap agar mereka mau menginformasikan hasil penelitiannya mengenai kondisi jembatan-jembatan di Kota Malang. Dengan demikian, dia punya tambahan data dan akan memperbaikinya. “Kalau UB mau memberikan data, saya akan senang sekali,” ucap Jarot. (im/dan/c1/fir)

jembatan soehat , kota malang, surya

Saya juga menemukan artikel serupa di koran Surya edisi Agustus 2013, dengan judul “Jembatan Soehat Dibongkar pada 2014”. Salah satu yang saya tangkap dari artikel tersebut yakni dalam rapat tertutup yang diadakan di ruang sidang Balaikota Malang yang dihadiri perwakilan dari DisHub Provinsi, DisHub Kota Malang, Kepolisian, DPRD Kota Malang, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, dimana agenda utama rapat yakni pemaparan tim Universitas Brawijaya (UB) tentang uji forensik jembatan suhat, disimpulkan bahwa kondisi jembatan suhat sudah masuk fase kritis.  Solusi satu-satunya dalam forum tersebut yakni jembatan suhat sisi timur harus diganti dengan jembatan baru dengan konstruksi beton. Namun pemkot maupun DPRD Kota hanya bisa mendesak penggantian bisa secepatnya terealisasi, karena jembatan tersebut milik pemerintah provinsi.

DSC03931

Sebagai masyarakat pendatang yang biasa melintas disana, bagaimana jembatan suhat menjadi satu dari beberapa jalur tersibuk setiap harinya di kawasan kota, saya hanya berharap jembatan ini lekas diperbaiki dan disempurnakan dengan rangka yang lebih kuat lagi. Sebagai orang awam yang belum paham tahapan birokrasi yang harus ditempuh, hanya bisa berharap melalui tulisan ini tolong pihak terkait bisa secepatnya mengambil langkah pasti, nyata, dan cepat. Paling tidak pertengahan 2014 jembatan suhat sisi timur sudah diperbaiki. Saya dan masyarakat malang tentu tidak menginginkan kejadian buruk seperti di jembatan Tenggarong di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur  pada 26 November 2013 lalu terulang di kota apel ini.

(bfa)

Advertisements

Posted on 01.03.2014, in My Stories and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: