Advertisements

Belajar dari Tilang . . . Dilema Regulasi Ukuran Spion Non Standart, Polantas Gak Kompak

spion cembung

Siapa sih yang ingin kena tilang di jalan?, polisi dalam hal ini polantas memang jadi ‘musuh’ mayoritas pengendara. Selalu bisa aja cari kesalahan. Motor saya spionnya dua, di stop di daerah pos polisi daerah Porong, Sidoarjo. Sabtu siang itu saya berboncengan dengan teman menuju Surabaya. Sampai depan pos polisi, ditambah jalanan sepi dan kecepatan motor standart, seorang pak polisi menyuruh saya berhenti, lantas disuruh minggir. Pembelaan yang saya lontarkan bak pengacara yang naik banding tidak digubris, dengan santainya kunci motor dicabut dan disuruh menepi. “Selesaikan didalam saja”.

Masuk ke pos dengan deg-degan tapi berusaha tenang, saya tanya mengapa, yang sana bilang kedua spion motor saya tidak standart. Ibarat template kalimat di microsoft word, “mau sidang atau nitip?” menjadi kalimat yang seolah menjadi standart polantas . Setidaknya itu semacam kode bahwa saya harus keluarkan 50ribu. Karena pengalaman ikut sidang menunjukkan betapa waktu banyak terbuang karena STNK disita sambil nunggu tanggal sidang (baca pengalaman sidang saya di pengadilan negeri Malang). Belum lagi itu sidangnya diluar kota, biuh! Mending nitip saja sudah.

Spion kecil menjadi kesalahan saya kali ini. Yang membuat saya heran sampai sekarang, itu ditilangnya 2013 kemarin, tahun 2011 dulu saya juga kena tilang di daerah Probolinggo karena pakai satu spion. Saya masih ingat betul pertanyaan saya kepada polisi yang menilang, (tentu setelah “transaksi” ditunaikan), kalau tidak salah saya tanya “Pak jadi yang penting spionnya dua ya? Meski kayak gitu gak apa-apa?” tanya saya sambil menunjuk SATU MOTOR POLISI yang pakai spion kanan-kiri BERUKURAN KECIL PERSIS SEPERTI PUNYA SAYA sekarang ini. “gak apa-apa, yang penting dua”, jawab pak polisi waktu itu. Nah loh, ucapan polisi waktu 2011 lalu dengan yang kena tilang 2013 kemarin kok beda ya ???. ada yang tahu kenapa? Apa peraturannya sudah direvisi belakangan ini?. Ukuran spion pokoknya yang bukan standart pabrik itu ditilang, begitu?

Ketidakpastian peraturan ini – dalam hal ini spion- juga dirasakan sebagian masyarakat. Seperti yang saya temukan di laman facebook kemarin (11/11), tepatnya di fanspage Ditlantas Polda Jatim. Disana awalnya satu akun bernama Ahmat Rifai menanyakan isi UU no. 22 th. 2009. Perhatian saya tertuju pada komentar dibawahnya. Akun bernama Ahmad Darwisy ternyata mengalami nasib serupa seperti saya, kena tilang di daerah Porong karena spion kecil, “upeti” yang dimintai juga nominal sama, 50 ribu. Didalam komentarnya itu Mas Ahmad Darwisy tanya ” seberapa ukuran minimal kaca spion itu?”. Sampai komentar paling bawah si admin Ditlantas Polda Jatim sampai saat ini tidak membalas pertanyaan itu dan beberapa pertanyaan lain dari masyarakat.

Kembali ke urusan tilang yang saya alami di Porong. Keluar pos ada polisi yang menghampiri dan tanya sudah masuk ngurus kedalam? Saya jawab sudah. Spontan saya tanya, “pak spion gak standart itu melanggar pasal berapa ?”, “Pasal 85, sudah sana-sana”, jawab bapak berkacamata hitam itu sambil menyuruh saya beranjak dari sana.  Pasal 85 ??? .

spion kecil, spion racing, spion ride it

Belajar dari peristiwa tersebut, penggunaan spion standart memang semata-mata untuk keamanan kita sebagai pengendara juga untuk orang sekitar. Semata-mata demi keselamatan bersama. Mengesampingkan desain futuristik nan keren, spion kecil memang mengurangi jarak jangkau pandangan. Namun polisi yang menilang dengan alasan tidak standart itu perlu dipertanyakan juga berapa ukuran spion dikatakan tidak standart ? mengingat spion variasi juga ada yang berkaca lebar juga cembung. Apalagi motor polisi juga masih ada yang pakai spion kecil, seperti yang saya bilang tadi.

Ada celah antara peraturan dengan kenyataan, yah seperti biasa.

(bfa)

Dikasih garis merah itu menurut saya poin penting

Dikasih garis merah itu menurut saya poin penting

ScreenShot021

Advertisements

Posted on 12.03.2014, in My Stories and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. lebih amannya biar nggak ditilang pak kumis,pasang spion standar pabrikan saja,biar nggak nyari alasan lagi tuh…

  2. akal2an biar dapet upeti xixixi

  3. cara aman aja deh..ngikutin prosedur
    🙂
    daripada jadi urusan..hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: