Advertisements

Evaluasi Debat Perdana Capres-Cawapres 2014

DSC09173

Debat perdana capres-cawapres yang disiarkan SCTV, dan beberapa stasiun tv yang digelar Senin (9/6) tampaknya menjadi acara tv yang paling banyak ditonton malam itu. Serasa nonton bola banyak yang konsentrasi mendengar dan melihat para pasangan capres-cawapres saling mengunggulkan dan mempertahankan argumen mereka. Keesokan harinya di berbagai media mengulas debat tersebut dari berbagai sisi seperti, bagaimana para peserta menjawab. jalannya debat berlangsung, moderator yang gugup menguasai acara, sampai pengaruh debat untuk elektabilitas capres kedepannya. Isi timeline Fb dan twitter pun mayoritas juga bahas topik yang sama. Ada satu postingan dari salah satu akedemisi dari UNAIR Surabaya yakni Bapak Bukik Setiawan dimana beliau mengevaluasi debat dengan independensi yang terasa dan fair, imho. Evaluasi beliau layak untuk di-repost sebagai review dan pembanding untuk acara debat kedua. Berikut tulisannya sebagaimana saya kutip dari akun FB beliau.

DSC09172

Debat capres pertama telah usai. Setiap pendukung cenderung mendengarkan apa yang mau didengarkan. Jadi saya tidak menulis bukan untuk teman-teman yang sudah jelas dukungannya, abaikan saja. Saya menulis buat yang masih bingung menentukan pilihan. Bila belum nonton, cari dan saksikan. Bila sudah, silahkan komentari poin-poin berikut:

1. Prabowo cenderung lebih banyak bicara dan hanya memberi kesempatan pada wakilnya ketika sudah tidak ada lagi yang dibicarakan. Jokowi bicara dan memberi kesempatan pada wakilnya untuk bicara.

2. Prabowo cenderung menggunakan kata saya. Jokowi lebih banyak menggunakan kata kami.

3. Saya percaya semua capres dan cawapres sudah punya pengalaman di organisasi sipil maupun militer. Tapi yang paling banyak bercerita mengenai pengalaman adalah Jokowi, JK & Prabowo minim, Hatta nihil.

4. Meski sudah ada yang membicarakan pengalaman, tapi data yang akurat belum dikuasai dan digunakan dalam debat tadi. Semua tim

5. Semua tim masih sering kehilangan fokus untuk menjawab pertanyaan. Tapi yang paling sering adalah Hatta

6. Peran yang dimainkan kedua tim tadi:
Prabowo – Hatta itu ibarat komandan – penceramah. Ciri komandan: penyebutan kata “harus” dan “saya” berulang kali. Ciri penceramah: menyampaikan hal normatif, sedikit menyampaikan pengalaman.

Jokowi – JK : Gelandang – striker. Jokowi yang memegang dan mengoper bola. JK memegang peran sebagai penyerang, menendang keras ke gawang lawan.

7. Satu-satunya yang terlihat pandai berdebat adalah JK. Dia yang memperagakan beberapa teknik berdebat yang baik. Jokowi lemah. Teknik debat yang digunakan JK: bertanya berdasarkan pernyataan lawan & mengucapkan terima kasih ketika lawan menggunakan idenya. Prabowo dan Hatta sama-sama melakukan blunder dengan mengakui ide lawan. Ingat, penilaian ini dalam konteks debat.

Tanggapan isi evaluasi tersebut kembali kepada pembaca. Apakah anda sependapat atau masih ada yang kurang/ terlewatkan ? . Pastinya masih tersisa empat debat lagi dengan topik yang berbeda. Mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengenal kedua pasangan kandidat. Terima kasih dan semoga berguna 🙂 .

(bfa)

*tambahan:

Jadwal penyelenggaraan Debat Capres-Cawapres berdasarkan keputusan KPU dan hasil undian.(source : tempo.co)

1. Debat capres-cawapres: Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum (Disiarkan SCTV, Indosiar, dan BeritaSatu pada 9 Juni 2014)
2. Debat capres: Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial (Disiarkan Metro TV dan Bloomberg pada 15 Juni 2014)
3. Debat capres: Politik Internal dan Ketahanan Nasional (Disiarkan TV One dan ANTV pada 22 Juni 2014)
4. Debat cawapres: Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK (Disiarkan RCTI dan MNCTV pada 29 Juni 2014)
5. Debat capres-cawapres: Pangan, Energi, dan Lingkungan (Disiarkan TVRI dan Kompas TV pada 5 Juli 2014

 

Advertisements

Posted on 11.06.2014, in My Stories and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Paling pintar: Jk

    Yg lain nihil

  2. Ane g suka moderatornya, kaku, bicara d ulang2,

  3. ada juga ini debat visi misi bukan untuk saling serang pertnyaan JK jelas menyerang pribadi, selain itu tugas presiden itu mengkonsep bukan seperti jokowi,, dia lebih kepada seorang manager blunder jokowi menggampangkan permasalahan.. dia ga sadar bahwa ini indonesia bukan solo!! Jakarta aja belum beres!! Indonesia ga cuma selebar solo dan jakarta!!

  4. kalo saya nilai dari pokok isi dari debat yah, yang satu berjanji meningkatkan pendapatan dari guru, polisi, tni, hakim , jaksa dan teman2 nya demi mencegah korupsi. Sementara yang satu lagi bahas soal pembangunan system supaya korupsi tidak terjadi. Eh… memang korupsi bisa dicegah dengan kenaikan gaji yah? sumpah tanya serius lho….
    http://pasukanredribbon.wordpress.com/2014/06/09/antara-memperkaya-golongan-dan-mensejahterakan-rakyat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: