Advertisements

Test Ride Report Yamaha R25 oleh Otomotifnet dan Gilamotor

Karena sampai saat ini belum menjumpai R25 dijalanan, dan belum tahu rasanya ngetest ride ini motor, jadi belum bisa bikin artikel tentang ‘First Impression’, padahal pengen. Di Jawa Timur juga jarak launching-nya terlau jauh sama pusat. Karena itu sejauh ini cuma bisa mantengin test ride report R25 terutama di blog dan web. Seperti hasil test ride oleh otomotifnet dan gilamotorberikut ini. . . ulasannya lumayan juga. 


Tes pertama diajak ke Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim untuk mengukur tenaga dan torsi di roda pakai dynamometer Dynojet 250i. OTOMOTIF penasaran dengan klaim tenaga yang mencapai 35,54 dk (26,5 kW)/12.000 rpm dan torsi 22,6 Nm/10.000 rpm. Setelah 18 kali run, didapat angka terbaik 29,43 dk/12.100 rpm dan torsi 19,2 Nm/10.200 rpm. Sebagai perbandingan, Ninja 250FI klaimnya 31,7 dk/11.000 rpm dan 21 Nm/10.000 rpm. Nah di atas dyno Sportisi terbaca 26,21 dk/10.800 rpm dan 17,87 Nm/10.000 rpm.Dari posisi peak power dan torque, terlihat jika R25 yang punya bore x stroke 60 x 44,1 mm enaknya main di atas. Kalau mau ngacir jarum rpm harus menyentuh angka 8.000. Sedang jalan santai enak di kisaran 5-7 ribu rpm. Di bawah itu smooth banget.

Dengan tenaga besar dan bobot hanya 166 kg, enggak heran akselerasi R25 begitu cepat. Dites oleh tester berpostur 173 cm 65 kg pakai Racelogic, kecepatan 100 km/jam bisa ditempuh hanya 7 detik! Cepet banget! Lalu jarak 201 meter dilahap 9,7 detik saja, sedang jarak 402 meter 15,5 detik! Angka itu jauh lebih singkat dari rival sekelasnya. Data lengkap simak di tabel.

Top speed dari motor bermesin 250 cc 2 silinder segaris ini pun tinggi. Di spidometer mencapai 170 km/jam sedang di Racelogic yang berbasis satelit 158,4 km/jam. Sebenarnya angka itu masih mau tambah walaupun pelan, hanya saja karena keterbatan area pengetesan jadi mesti mengerem. Salah satu kelebihan R25 dibekali spidometer lengkap, termasuk info konsumsi bensin yang memudahkan pengukuran. Dipakai di berbagai kondisi jalan di Jakarta dan sekitarnya, motor berinjektor 12 hole ini rata-rata membutuhkan Pertamax 4,4 L/100 km atau 22,7 km/lt.

Suspensi Soft
Ngomongin performa mesin sudah, lanjut handling. Posisi duduk terbilang santai, karena kendati setang model jepit, namun karena dikombinasi jok rendah hasilnya posisi duduk cukup tegak. Sehingga jalan dalam kota dengan kondisi macet masih nyaman, karena juga ditunjang kopling yang sangat ringan, jok empuk dan karakter sasis yang nurut banget. Hanya saja paha terasa hangat terpapar panas mesin.

Kenyamanan saat dipakai harian ditunjang pula oleh radius putar yang terbilang kecil untuk motor 250 cc full fairing. Karena sudut belok kemudi mencapai 34°.

Makin nyaman karena suspensi dirancang soft, sehingga ketemu jalan keriting jadi terasa rata. Hanya saja untuk yang doyan kencang, suspensi terlalu soft terutama belakang yang model monocross jadi boomerang. Saat kecepatan tinggi jika kena jalur bumpy pantat jadi lari-lari. Untuk sedikit mengurangi gejala itu, monosok bisa dikeraskan 1 sampai 2 tingkat dari standar di posisi 3, alatnya ada di boks tool kit.

Kelebihan:
-Mesin sangat bertenaga
-Handling enak nurut banget
-Lampu H7 sangat terang

Kekurangan:
-Suspensi belakang terlalu empuk
-Panas mesin cukup terasa di paha saat macet
-Tangki terlalu kurus dan tinggi, kurang sporti

DATA TEST
0-60 km/jam: 3,1 detik
0-80 km/jam: 4,7 detik
0-100 km/jam: 7 detik
0-100 m: 6,3 detik
0-201 m: 9,7 detik
0-402 m: 15,5 detik T
op speed spido: 170 km/jam
Top speed Racelogic: 158,4 km/jam
Konsumsi bensin: 22,7 km/lt



Berikut juga saya sertakan ulasan dari gilamotor . . .

Penasaran dengan kecepatan puncaknya, Gilamotor.com coba geber saat keluar tikungan terakhir sirkuit Sentul menuju trek lurus. Masuk tikungan terakhir, gir dipanteng di gigi 3 dengan speed 90 kpj. Saat motor mulai keluar tikungan terakhir dan bodi mulai tegak, gir naik ke posisi 4, 5 dan 6. Nggak merhatiin berapa top speed yang didapat di tiap giginya. Test rider hanya memindahkan gigi ke posisi lebih tinggi setelah mesin bergetar tanda jarum rpm mentok di limiter. Belum sampai di titik pengereman R1, speedo meter digital menunjuk angka 158 kpj. Setelah melihat angka itu, langsung kendorin gas dan bersiap ngerem di titik 200 meter sebelum masuk tikungan. Nggak tau berapa top speed yang bisa didapat R25. Tapi ada jurnalis yang top speednya tembus 173 kpj.

Usai menembus 158 kpj, sekarang giliran membuktikan performa R25 melibas tingkungan. Dikatakan M. Abidin lagi, kolaborasi diamond frame dan desain mesin yang kompak dipadu suspensi depan dengan diameter inner tube 41 mm, suspensi belakang menggunakan tube ganda, long asymmetric rear arm, mid ship muffler sebagai pusat dari gravitasi turut berkontribusi menghasilkan bobot motor menjadi 166 kg dengan distribusi bobot yang sempurna, yakni 50%:50%. Sehingga pengendalian yang disajikan lebih sporty. Dan distribusi bobot itu pula yang bikin handling di tikungan lebih stabil.

Dari gigi 6 di kecepatan 158 kpj, langsung down shifting 3 gir dan speedo meter digital nunjuk angka 110 kpj. Masuk R1 di kecepatan itu motor terasa anteng, nggak limbung. Kemudian masuk R2 coba di kecepatan lebih tinggi. Beneran bro, nikung dengan kecepatan 125 kpj motor masih anteng, nggak limbung. Mungkin kalau di angka 140 kpj juga oke kayaknya. Soalnya test rider nggak pakai racing suit, jadi mikir dua kali buat melibas tikungan di kecepatan tinggi. Safety first, bro.. Toh kalau di jalan raya, nikung di 60 kpj rasanya sudah kenceng bener.


Ulasan kedua media ototmotif diatas saya  hadirkan dalam satu artikel biar lebih ringkas . 2 artikel jadi satu, hehe . Semoga hasil test ride diatas berguna 😉

(bfa)

 

Advertisements

Posted on 16.06.2014, in Otomotif and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: