Advertisements

Kesan Di Kampung Ramadhan Suhat

Pemkot Malang selama bulan puasa menggelar kampung ramadhan yang diadakan di empat titik yakni, jl. simpang ijen, Sulfat, Kedungkandang dan di jl. Soekarno-Hatta (Suhat). Hari pertama puasa saya berkesempatan mengunjungi kampung ramadhan yang terletak di daerah Suhat. Karena daerah tersebut yang paling dekat dengan lokasi kampus serta ditambah rasa penasaran karena sebelumnya belum pernah berkunjung. Lokasi di Suhat ini tepat di depan Taman Krida yang hari biasa sudah macet kini semakin macet menjelang sore. 

Memasuki jam 5 sore saya bersama teman terjebak macet di daerah suhat arah dari jl. Bunga Coklat. Karena kurang antisipasi, motor yang kami naiki ternyata bocor. Terpaksa tidak cari tambal ban dulu mengingat suasana amat padat. Motor saya parkir di Indomaret tidak jauh dari kampung ramadhan. Dari situ kami memilih jalan kaki (kendaraan pun kalah cepat) sampai akhirnya tiba di tujuan. Disana berjejer rapi berbagai makanan takjil yang menyediakan berbagai menu mulai dari makanan ringan sampai berat. Cuma yang namanya hari pertama pasti ramainya gak ketulungan. Sekilas merasa kondisi jauh lebih mirip Pasar Minggu, berdesak-desakan terlalu banyak orang. Setelah keliling dari pintu keluar sampai pintu masuk, ketimbang perut gak cepet diisi kami putuskan membeli es buah yang letaknya sebenarnya di luar area kampung ramadhan, yang penting rasanya enak.

Dari hasil pengamatan, Kampung Ramadhan memang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman yang variatif. Mulai dari 2ribuan sampai 10ribuan kita bisa milih jajanan pasar, es buah, es doger, es dawet, lalapan, dan masih banyak lagi semua terssaji di warung-warung tenda yang berjajar rapi.  Cuman padat merayapnya pengunjung membuat suasana kurang nyaman.

Setelah melihat jalanan berangsur kondusif saya dan teman akhirnya memilih makan lalapan tapi yang letaknya jauh dari lokasi tersebut. Ya karena di kampung ramadhan banyak makanan yang keburu habis diserbu pengunjung. Setelah solat dan makan, kami beranjak pulang dengan konsentrasi tinggi mengatur keseimbangan motor dan kemudian mendorong sampai dapat pompa angin.  Apesnya lagi setelah malam itu ditambal, keesokan harinya ban motor kembali bocor.

Bagaimanapun juga Kampung Ramadhan menurut saya tempat yang sangat membantu pedagang atau penjual yang ingin merasakan rejeki lebih di bulan ramadhan. Tak hanya itu sebagai alternatif warga Malang menghabiskan waktu menunggu berbuka. Untuk masalah keamanan pihak polresta sudah menurunkan personilnya untuk berjaga dibeberapa titik, cuma kemacetan saja yang perlu diminimalisir. Itu hari pertama membludak, gak tau sih kalau masuk minggu terakhir puasa seperti sekarang ini. Kalau saya mah gak pengen lagi kesana, di dekat kosan juga banyak yang jual makanan 😉 lebih cepat, gak perlu desak-desakan.

(bfa)

photo sources : acaraapa

Advertisements

Posted on 20.07.2014, in My Stories and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: