Advertisements

Wonderful PAPUMA With HONDA & JATIMOTOBLOG : The Fire Of Togetherness (PART I)

header

header kedua

header ketiga

Sabtu 27 September  jam 4, tepat adzan subuh berkumandang. Alarm di kepala yang dari tadi siaga kembali menyala. Bergegas ambil wudhu, solat, ganti pakaian,ambil ransel, manasin motor dan langsung berangkat menuju Arjosari. Jalanan berselimut dinginnya udara seperti mencoba memulihkan kesadaran. Sambil nyetir motor nyawa pelan-pelan dikumpulin. Hiruk pikuk di Pasar Blimbing datang menyambut, disusul mas-mas loper koran yang bersiap menembus hari weekend dengan perasaan bersyukur masih diberi hari untuk memulai aktifitas. Begitu pula di terminal Arjosari, kerumunan penumpang pencari bis makin banyak saja. itulah awal 27 september milikku, dimana petualangan panjang dan mengesankan akan segera datang menyambut.

Kenapa ? enggak, saya gak naik bis. Nyampe di lokasi terminal bbm udah cintang cintung. Setelah di tempat penitipan motor, udah ada mobil travel yang menunggu di SPBU terminal. Bertemulah dengan Mas Arif dan Mas Sugi, serta pak sopirnya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Singosari menjemput  Mas Wiro dan Mas Fauzi di Lawang. Perjalanan berlanjut sampai di teminal Purabaya via tol Sidoarjo untuk menjemput Mas Tarom dari Kediri. Sekitar jam setengah 8 mobil sudah sampai di MPM Sedati Sidoarjo. Baru kali ini kesini. Setelah regitrasi, pemberian materi safety riding, dll, masing-masing rider juga diberi perlengkapan safety seperti gloves, protectors, dan helm. Setelah itu berkumpul di depan kantor untuk sambutan, pemanasan, doa bersama, dan setelah memilih unit motor, kami-pun dilepas dijalanan. Heheh..

Alhamdulilah arus lalu lintas Sidoarjo lanjut Pasuruan padat lancar gan. Pasuruan-Probolinggo apalagi. Jalanan yang lebar nan lenggang tak disia-siakan rekan-rekan yang ingin mencoba top speed. Supra X warna merah yang saya kendarai meski dalam perpindahan transmisi selalu muncul bunyi “tok” entah apa karena unitnya ada masalah atau gimana, bisa tembus sekitar 110 Kph. kisaran segitu lah, angka tepatnya kurang tahu, lha sini mesti fokus kedepan kok bukan kebawah ngelihatin jarum spedo terus. Sepengamatan saya, rata-rata rombongan touring memacu motornya di angka 80-100.

Overall Supra X semenjak versi mata burung hantu keluar (launching sekitar 2007- 2008an, cmiiw), desain yang dulunya agak gemuk kini sudah lebih ramping, berpengaruh besar di sisi aerodinamisnya . Saat diterpa angin di kecepatan 80 keatas saya rasakan stang motor tetap diam tidak terpengaruh angin. Konsumsi bbm juga tidak bisa dibilang boros. Mungkin salah satu indikatornya karena tarik tutup gas yang teratur dan konsisten. Bobot yang tidak berat serta ground clearance yang tidak tinggi memudahkan dalam bermanuver tapi meski ringan getaran mesin dapat diredam dengan baik. Cuman ya itu tadi kekurangan yang paling menonjol di unit yang saya bawa. Bunyi “tok”saat pindah gigi.DSC00054

Entah karena jalanan yang lenggang atau memang kami yang semangat memacu motor sengebutkian rupa, nyampe pos pertama yakni rumah makan Tongas Asri, kita sampe belum juga menunjuk jam 11 siang, padahal di jadwalnya jam 12 :mrgreen: .  Sembari menunggu ruangan siap, kami di halaman rumah makan yang cukup teduh itu ngomongin gimana tadi impresi saat berkendara. Tak lupa yang jadi bintang utama, CBR150R Dual Keen Eyes, dijajal di pelataran parkir. Sorotan kamera seolah gak pernah hilang dari si sibier. Yap menunggu tidak terlalu lama tibalah waktu makan siang. Setelah itu lanjut solat dan berangkat lagi jam 12-an.

DSC00059

Perjalanan masuk daerah perbatasan Probolinggo dan Lumajang, seperti biasanya saya lihat kalau pas lewat sini, selalu ada truk-truk besar dan bis yang lalu lalang. Ahamdulilah semua bisa terlewati. Termasuk di jalur daerah Jatiroto. tempat dimana jalanan mulus menikung ditemai view sungai besar di sebelah kanan. Meski pemandangannya indah, di jalur itu rawan laka dan kriminal, apalagi pas dini hari. Banyak kok kasus yang terjadi disana. Oke balik lagi, sekitar jam setengah 3 sore sampai di dealer Sekawan Motor Rambipuji untuk cek poin, pengecekan motor. Oiya sebelum nyampe sana, kami sebelumnya singgah bentar di Alfamart daerah Tanggul, Jember karena ada rombongan yang masih belum kelihatan.\

DSC00075

DSC00080

DSC00073

Di Dealer Sekawan Motor, setelah makan dan minum hidangan yang disajikan, kami ada yang bertukar unit motor dan selanjutnya meneruskan perjalanan sekitar jam 4 sore kurang. Waktu itu saya pakai Verza 150. Rute Rambipuji- Papuma (Ambulu) seperti sore hari biasanya, padat lancar. Rata-rata rombongan touring memacu motornya di angka 60-70. Naik Verza nyaman meski jalanan padat. Stangnya yang ngebikin gak terlalu nunduk memuat pergelangan tangan tidak pegal. Ya emang dari sananya sih ya motor ini konsepnya touring atau nyaman untuk jarak jauh. Bobotnya juga ringan, shocknya lumayan lah, gak terlalu keras, dan goncangan aspal rusak mampu dilibas tanpa banyak getaran yang berarti *halah. Ketika melintas di daerah Jenggawah, tak lupa mata melirik ke salah satu rumah di barat jalan, hoho . . baru kali ini ke Jember gak mampir rumah,  tapi udah ijin kok 😀 . Tapi tetep aja kayak ada yang kurang. Pengennya belok aja mampir rumah bawa verza .

Memasuki kawasan Ambulu daerah Sumberejo (kalau gak salah itu nama daerahnya, temen ada yang daerah sana soalnya)  lewat portal menuju kawasan papuma. Melewati area persawahan dan perbukitan. Dulu tahun 2011, aspal di jalur itu masih bagus banget, tapi sekarang udah rusak kayak gak ada perawatan gitu. Dulu lagi di tahun 2006, jalanan disitu malah gak beraspal. Masih tanah campur bebatuan. Belum jadi jalur resmi. Jadi dulu ya kalau mau ke Papuma mesti bayar 2x di loket Watu Ulo sama loket yang di Papuma-nya. Nah karena gak mau bayar dobel, kebanyakan masyarakat yang udah tahu jalan blusukannya, lewat jalur persawahan dan perbukitan ini. Meski dengan resiko debu tebal dan jalanan bergeronjal . Kini gak tahu mulai duaribu berapa, jalur ini sudah dibuka resmi untuk akses ke papuma. Pengunjung hanya bayar satu kali aja sekarang. Penak jaman saiki tho . .

Jalurnya berkelok-kelok dan bergeronjal (boso ndi ki). Membuat saya agak khawatir verza yang saya naiki ntar sliding kena batu, ternyata enggak. Justru makin menikmati kegoncangan ini. Sayang getaran mesin di rpm rendah kerasa banget di daerah tangki dan stang. Alhasil ada getaran di dalam dada ingin tuk segera sampai pos masuk papuma. Akhirnya tiba di depan pos, dan tentu ada sesi foto bareng. Mulai dari pos situ ada mas-masnya yang bagian ngerekam perjalanan dari pintu masuk sampai parkir. Di pintu masuk memang sangat dihimbau dengan keras untuk melewati jalur tanjakan turunan masuk gigi 1. Ini hukumya FARDHU’ AIN! , kalau gak ditaati ya siap aja ndelosor. Februari lalu saya dan teman mau masuk Papuma tapi ternyata ditutup ,karena cuaca jelek dan rawan longsor di bagian tebing setelah pos masuk itu. Keselamatan prioritas utama jeh.

DSC00081

Rombongan Honda Fun Touring Bersama Jatimotoblog akhrinya sampai di titik pemberhentian. Di depan Rumah Makan Papuma. Di rumah makan inilah yang jadi tempat berkumpulnya kami semua. Turun dari motor langsung menuju luasnya hamparan pasir . Gemuruh ombah serasa menyoraki “ Selamat datang gaes!, Ini aku bagian pantai selatan, sini menyelam bersamaku!” . . . *langsung lari menjauh*

Kami semua hanya bisa menikmati sunset dari pinggir pantai. Tak lupa kamera mengabadikan momen yang sayang kalau terlewat. Sempat terdiam, “Halo Papuma, kita ketemu lagi, setelah waktu itu.”batinku.

to be continued . . .

LANJUT PART II

IMG_20140930_131214

DSC00146

LANJUT PART II

Advertisements

Posted on 01.10.2014, in My Stories, Otomotif, Travel and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: