Advertisements

Wonderful PAPUMA With HONDA & JATIMOTOBLOG : The Fire Of Togetherness (PART III)

DSC00145

DSC00150

Minggu pagi, 28 September 2014. Sajadah coklat terlipat kembali di bentangkan. Usai solat shubuh beranjak menuju tepi pantai menyusul teman – teman lain yang sudah lebih dulu disana. Sayang banyak awan berkumpul di antara mentari dan garis pantai. Tapi ini sudah bagus dengan sinar matahari mulai menembus dan mewarnai langit yang mulai membiru. Tiga tahun lalu saat-saat sunrise seperti itu saya nikmati di sebuah kursi yang tidak terlalu empuk tidak jauh dari tenda kemping. Dengan mata sayu tanda ngantuk saya melihat sebuah perahu yang berlayar membentuk siluet oleh terangnya sunrise. Ditambah ada orang berkuda di bibir pantai, sungguh pemandangan yang mendamaikan. Waktu itu semaleman gak tidur karna menjadi pantia diklat salah satu organisasi di SMA. Mata sayu benar-benar mengantuk sampai akhirnya tertidur setengah jam. Cuma setengah jam, sebelum dilanjut kegiatan lain. Jan nguantuk pol!

Tapi kisah yang ini gak gitu lagi, haha. Setelah puas menikmati pemandangan pantai nyambi foto-foto, setelah menikmati segelas teh hangat, acara dilanjut dengan sesi lan jalan keliling papuma dipandu rekan dari papuma adventure. Menikmati pemandangan demi pemandangan yang tersaji, biarlah foto yang bicara.

DSC00170

Lanjut naik ke Siti Inggil. Disinilah salah satu spot populer untuk mengabadikan bebatuan terkenal yang udah jadi maskot di papuma. Karena waktu itu minggu, masih pagi udah ramai pengunjung. Kayaknya kebanyakan dari luar kota. Usai turun dari Siti Inggil, lanjut mengabadikan momen di kawasan dimana karang, lumut, dan bebatuan terlihat jelas karena air lagi surut. Oke biarkan foto yang bicara lagi.

DSC00188

Ada yang bisa ngerjain ? :mrgreen:

Usai lan jalan yang menghabiskan waktu puluhan menit, kami lanjut istirahat di rumah makan papuma lagi. Kali ini sudah tersaji hidangan yang sukses membuat perut meronta “ Sini naak!”. Kami pun makan dengan lahap, dengan menu mayoritas seafood. Ada sih sebagian yang anti sifud dan memilih makan mi instan. Ya’ elah menu anak kos.  Usai makan sambil nyantai, dapet objek bagus untuk diabadikan. Ada seekor hiu kecil yang ditangkap sama nelayan sana. Baru kali ini sih lihat hiu secara langsung sedekat itu. Tatapan mata dan tajam gigi nya bro, cadas!. Cuman ya itu, banyak darah. Ah gak masalah.

Selanjutnya kami menjalankan agenda terakhir di papuma yakni ‘ Misi Penyelamatan Bumi’  dengan kegiatan pengambilan sampah non organik. Disini kita ngambilin sampah dengan tempat sampah berlivery khusus ada logo jatimotoblog, AHM, dan MPM. Kata Pak Handoko, sebenarnya banyak tempat sampah yang disebar di berbagai titik di papuma.  Cuman ya karna banyak pengunjung yang iseng, tempat sampah yang terbuat dari ban bekas itu biasanya dijadiin api unggun pas malem hari. Kampret memang.

Setelah sesi acara tersebut, kami dipersilahkan untuk persiapan pulang. Mandi dan beres-beres kamar udah. Berkumpul lagi di rumah makan dan melakukan dokumentasi terakhir di papuma. Setelah itu motor yang siap diajak ngukur aspal satu persatu kembali datang. Semoga perjalanan pulang tidak ada halang merintang yang berarti dan diberi keselamatan untuk semua yang terlibat dalam fun touring ini.  Usai pengarahan dan berdoa bersama, satu ,dua, tiga, dan sampai di kendaraan terakhir dan kami semua meninggalkan papuma. Bye!

 The Fire of Togetherness masih terus berlanjut

to be continued

LANJUT PART IV -END

LANJUT PART IV -END

Advertisements

Posted on 02.10.2014, in My Stories, Otomotif, Travel and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: