Advertisements

Suka Dukanya Naik Bis Umum

DSC09037

Ceritanya beberapa bulan lalu saya mencoba naik bs dari jember ke Malang PP . Sebenarnya agak malas naik transportasi satu ini karena tau sendiri bis ekonomi kayak gimana. Secara mau naik yang ber-AC tapi lagi pengen ngirit. Saya memang biasanya motoran tapi kali ini gara-gara suatu sebab, terpaksa motor di tinggal di rumah. Mau naik kereta tapi hanya ada satu kali berangkatan dan waktu itu tidak bisa saya kejar waktunya kalau pagi. Singkat cerita berangkat saya menggunakan bis Ladju. Bis yang ini seperti tarif ekonomi lainnya, punya kursi yang jaraknya mepet-mepet, bikin kaki pegel. Lama gak naik bis ternyata bis sama aja dari dulu 🙄 . Satu lagi ciri khas yang bisa kita temui kalau naik bis umum. Apa itu ?

Supir ugal-ugalan!. Seperti gak ada celah kosong yang terlewatkan bis sekalipun itu jalur beda arah dan biar lewat jalan non aspal tetep hajar terus. Saya cukup ‘menikmati’ pertunjukan didepan. Dimana kendaraan menepi untuk mengalah. Emang raja jalanan banget dah ini supirnya. Tapi bukan bis namanya kalau kita gak bisa berinteraksi dengan penumpang lain. Seperti di kereta api juga, Cuma kalau di bis sensasinya beda. Ngobrol + dempet-dempetan + nahan panas. Belum lagi kalau ada pedagang asongan yang menambah hingar bingar suasana. Belum lagi kalau ada pengemis yang datang dengan berbagai kedok. Dari minta sumbangan masjid, sumbangan buat biaya sekolah, sampai pasang penampilan (maaf)  orang cacat. Kalau pengamen masih mending lah ya, suaranya enak didenger. Itupun kalau pas dapet yang suaranya bagus sih.

Minta keikhlasannya buat bayar sekolah. Katanya sih gitu

Minta keikhlasannya

Beberapa hari kemudian dari Malang saya naik bis Akas dari terminal Arjosari menuju pemberhentian terminal Probolinggo. Kenapa gak langsung ambil yang jurusan Jember ? Waktu itu lagi apes aja nunggu lama gak dapat bis yang langsung ke kota suwar-suwir. Ya udah ambil Probolinggo. Kalau sengaja oper ganti bis di terminal masih enak. Dapat kursi yang gak panas + dapat merasakan ergonomi kursi yang beda, hehe. Tapi oper kalau lagi di jalan ?

Gak jarang sini niatnya pengen dapat bis yang langsung ke daerah tujuan. Eh nyampe tengah jalan malah dioper. Syukur kalau dapat kursi yang nyaman, lha kadang masih harus berdiri nunggu ada yang turun. weh . . menyebalkan sekali.  Belum lagi kalau naik bis yang tarifnya udah deket banget sama tarif AC, tapi fasilitas tetep kelas ekonomi 😉 . Kadang nyesel sendiri ngapain pilih bis yang itu.

IMG_20140316_173735

Sebenarnya ada hikmah kehidupan yang bisa kita ambil ketika naik bis. Bahwasanya hidup itu pilihan. Seperti kita milih bis. Gak ada yang tahu gimana kedepannya dan gak jamin semua akan tetap indah seperti awalnya. Adalah bagaimana cara kita menikmati dan bersabar nahan emosi untuk kemudian sampai di destinasi yang kita harapkan. #NgomongOpoSeh .

Ya pokoknya . . .  jangan pernah merasa tahu kerasnya kehidupan kalau belum pernah berdesakan di dalam bis. niscaya banyak pelajaran yang bisa kita ambil didalamnya. :mrgreen:

*nb: penulis alhamdulilah belum pernah mengalami kejadian kriminal seperti ini dan itu. Jadi untuk yang ini gak dimasukkan ke artikel. Semoga kita selalu diberi selamat selama perjalanan.

(bfa)

Advertisements

Posted on 18.11.2014, in My Stories and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. tapi kalau saya kebandung naik bis primajasa gak ugal ugalan sopirnya kalem kalem, jadi kita menikmati perjalanannya, jadi gak semua bis umum ugal ugalan.

  2. Bis primajasa kursinya pendek banget, lutut pegel sekali

  1. Pingback: Bukan Bis Manja | Aragani dot Com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: